📢 BREAKING NEWS Memuat berita terbaru...

Sandiang Kaya Ndapa Namung Suarakan Keterlibatan Pemuda dalam Pembangunan di NTT Merah Muda Fest 2026

Daftar Isi
Kupang | Liputankeprinews.com – Keterlibatan generasi muda dalam menentukan arah pembangunan menjadi sorotan aktivis pemuda, mahasiswa, sekaligus penggiat sosial, Sandiang Kaya Ndapa Namung, saat menyampaikan aspirasi dalam sesi Community Speak-Up pada kegiatan NTT Merah Muda Fest 2026, Sabtu (31/10/2026).

Mewakili Ikatan Pelajar Mahasiswa Asal Sumba Timur (IPMASTIM) Kupang, Sandiang menyampaikan pentingnya memberikan ruang yang lebih luas bagi pemuda untuk terlibat langsung dalam proses pembangunan, bukan sekadar menjadi penonton, pelengkap kegiatan seremonial, ataupun objek kebijakan.

Kegiatan yang mengusung tema “Merah Berani, Muda Beraksi” tersebut berlangsung di halaman Kantor Sekretariat DPD PDI Perjuangan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kota Kupang.

Dalam orasinya, Sandiang menegaskan bahwa tantangan generasi muda saat ini bukan hanya keberanian menyampaikan pendapat di ruang publik, tetapi juga memastikan aspirasi mereka benar-benar didengar dan menjadi bagian dari pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.

Ia turut menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari ketimpangan akses pendidikan, terbatasnya kesempatan kerja, hingga belum meratanya pembangunan, terutama di wilayah pelosok dan daerah.

“Pertanyaannya, apakah pemuda sudah benar-benar diberikan ruang untuk ikut menentukan arah perubahan?” tegas Sandiang.

Menurutnya, pemuda harus ditempatkan sebagai subjek pembangunan yang memiliki kapasitas berpikir kritis, menyampaikan gagasan, mengawal kebijakan publik, serta mengambil bagian dalam memperjuangkan perubahan sosial yang berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

“Kami tidak ingin pemuda hanya hadir dalam seremoni, menjadi objek kebijakan, atau sekadar dijadikan simbol perubahan. Kami ingin menjadi subjek yang berpikir kritis, menyampaikan gagasan, mengawal kebijakan, dan terlibat dalam pembangunan,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa pembangunan Indonesia harus berlandaskan prinsip pemerataan dan keadilan. Kemajuan bangsa, menurutnya, tidak boleh hanya diukur dari pembangunan di pusat-pusat pertumbuhan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat di daerah dan pelosok merasakan manfaatnya.

Sandiang menilai suara anak muda yang berasal dari kampung dan wilayah terpencil harus memperoleh ruang yang sama dalam proses pengambilan keputusan. Sebab, pembangunan yang berkeadilan membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk generasi muda yang memahami langsung persoalan di daerahnya.

“Jangan bangun Indonesia hanya dengan mendengar suara mereka yang berkuasa, tetapi dengarkan juga suara anak-anak muda dari kampung dan pelosok daerah,” serunya.

Ia menegaskan, kemajuan Indonesia seharusnya menjadi hasil pembangunan bersama yang manfaatnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.

Menutup penyampaiannya, Sandiang mengajak generasi muda agar tidak berhenti pada kritik dan wacana. Keberanian menyuarakan persoalan harus dilanjutkan dengan tindakan nyata melalui penguatan kesadaran kritis, keberanian menyampaikan kebenaran, serta keterlibatan aktif dalam mengawal kebijakan publik.

Baginya, pemuda harus hadir sebagai kekuatan sosial yang mampu memberikan gagasan, mengawasi jalannya pembangunan, sekaligus mendorong perubahan yang lebih adil dan berpihak kepada masyarakat.

“Merah Berani, Muda Beraksi. Bukan hanya berani bersuara, tetapi berani memperjuangkan perubahan,” tutupnya.

Liputankeprinews.com – Keterlibatan pemuda dalam pembangunan bukan sekadar tuntutan untuk didengar, melainkan bagian penting dari upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif, merata, dan berkeadilan.

---
(Kontributor Media).

Posting Komentar