Tindak Lanjut 97 Kasus Malaria, Dinkes Bintan Turun ke Pengujan: Periksa Darah Warga hingga Pantau Lingkungan
Daftar Isi
Bintan | Liputankeprinews.com - Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan bersama petugas Puskesmas Kuala Sempang turun langsung ke Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan, Rabu (28/10/2026), untuk menindaklanjuti tingginya kasus malaria yang dilaporkan terjadi di wilayah tersebut.
Kegiatan ini meliputi pemeriksaan kesehatan warga melalui skrining awal, pengambilan sampel darah, serta pemantauan kondisi lingkungan guna mengidentifikasi faktor-faktor yang berpotensi mendukung perkembangbiakan nyamuk penular malaria.
Dalam kegiatan tersebut, tim kesehatan didampingi Kepala Desa Pengujan, perwakilan RW 02 Dusun II, serta unsur masyarakat setempat.
Turut hadir dr. Mebi Parlinda, M.M., selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, bersama Lora Guswita, SKM., Plt. Kepala Puskesmas Kuala Sempang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, dr. Mebi Parlinda, M.M., (Kiri) bersama Lora Guswita, SKM., Plt. Kepala Puskesmas Kuala Sempang.
Pemeriksaan Darah dan Skrining Kesehatan Warga
Salah satu langkah yang dilakukan petugas adalah skrining awal terhadap warga dengan memeriksa gejala yang dialami serta mengambil sampel darah untuk mendukung pemeriksaan malaria sesuai prosedur kesehatan.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam penelusuran kasus, terutama untuk mengetahui kondisi kesehatan warga dan membantu tenaga medis menentukan penanganan yang diperlukan berdasarkan hasil pemeriksaan.
Pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi warga yang membutuhkan pelayanan medis sekaligus mendukung upaya pengendalian penularan malaria di Desa Pengujan.
Namun, hasil pemeriksaan dan jumlah warga yang menjalani pengambilan sampel darah belum disampaikan dalam informasi yang diterima media ini.
Petugas Pantau Lingkungan dan Potensi Perkembangbiakan Nyamuk
Selain melakukan pemeriksaan kesehatan, tim juga turun ke lapangan untuk memantau kondisi lingkungan yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.
Petugas bersama unsur pemerintah desa memperhatikan kebersihan lingkungan, termasuk sampah yang berserakan dan kondisi tempat-tempat yang berpotensi menampung air.
Pembersihan lingkungan menjadi salah satu langkah pencegahan yang perlu dilakukan secara bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat.
Meski demikian, malaria dan demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang berbeda. Penularan malaria berkaitan dengan nyamuk Anopheles, sedangkan DBD ditularkan oleh nyamuk Aedes. Karena itu, upaya pengendalian perlu disesuaikan dengan jenis penyakit dan hasil pemeriksaan di lapangan.
Pemantauan lingkungan perlu disertai identifikasi lokasi yang relevan dengan perkembangbiakan nyamuk penular malaria serta langkah pengendalian berdasarkan penilaian petugas kesehatan.
Pemerintah Desa dan Masyarakat Dilibatkan
Kehadiran Kepala Desa Pengujan dan perwakilan RW 02 Dusun II dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari koordinasi antara tenaga kesehatan dan pemerintah setempat.
Keterlibatan unsur desa diharapkan dapat membantu petugas menjangkau masyarakat, mendukung pelaksanaan pemeriksaan, serta mendorong warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan.
Penanganan malaria membutuhkan kerja sama berkelanjutan, mulai dari pemeriksaan dan pengobatan pasien, pemantauan kasus, pengendalian nyamuk penular, hingga edukasi masyarakat mengenai pencegahan.
Masyarakat yang mengalami demam, menggigil, atau gejala lain yang mengarah pada malaria diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Warga yang telah didiagnosis malaria juga perlu menjalani pengobatan sesuai petunjuk tenaga medis hingga tuntas.
Menunggu Hasil Pemeriksaan dan Langkah Lanjutan
Sebelumnya, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menyampaikan bahwa kasus malaria di Desa Pengujan mencapai sekitar 97 kasus dan terdapat satu kasus kematian pada lansia berusia 86 tahun. Dinkes juga menyatakan tidak terdapat laporan kasus DBD di wilayah tersebut dalam dua bulan terakhir.
Perkembangan tersebut menjadikan pemeriksaan warga dan pemantauan lingkungan sebagai bagian penting dari upaya penanganan lebih lanjut.
Liputankeprinews.com akan terus memantau perkembangan kegiatan ini, termasuk hasil pemeriksaan sampel darah, jumlah warga yang menjalani skrining, temuan lapangan, serta langkah lanjutan yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan dan Puskesmas Kuala Sempang.
Masyarakat kini menantikan penanganan yang berkelanjutan dan terukur agar penyebaran malaria dapat dikendalikan serta kondisi kesehatan warga Desa Pengujan semakin membaik.
---
(Martin.D C.ILJ).
Posting Komentar