Lebih dari 60 Warga Desa Pengujan Terserang Malaria dalam Empat Bulan, Kades Akui Keterbatasan Anggaran Pencegahan
Daftar Isi
Bintan | Liputankeprinews.com — Kasus malaria yang menyerang warga Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, menjadi perhatian serius. Dalam kurun waktu sekitar tiga hingga empat bulan terakhir, lebih dari 60 warga dilaporkan telah terserang malaria. Sementara itu, penyebab pasti kematian salah seorang warga yang dikaitkan dengan kondisi tersebut masih belum diketahui secara pasti.(27/0/26).
Informasi tersebut disampaikan Kepala Desa Pengujan, Zulfitri, saat dikonfirmasi media ini. Ia membenarkan adanya peningkatan kasus malaria yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir di wilayahnya.
Menurut Zulfitri, pemerintah desa bersama pihak Puskesmas telah melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan. Salah satunya melalui pengasapan atau fogging yang telah beberapa kali dilaksanakan di kawasan terdampak.
Namun, upaya tersebut diakui menghadapi kendala keterbatasan anggaran. Untuk menyiasatinya, pemerintah desa menerapkan pola penanganan berdasarkan temuan kasus di lapangan.
Apabila terdapat warga yang terjangkit malaria, kawasan di sekitar tempat tinggal pasien menjadi prioritas untuk dilakukan pengasapan sebagai salah satu langkah pengendalian.
“Segala upaya pencegahan dan penanganan sudah dilakukan sesuai prosedur. Kami juga bekerja sama dengan pihak Puskesmas. Fogging sudah beberapa kali dilaksanakan, tetapi karena keterbatasan anggaran, sistemnya kami lakukan secara manual. Jika ada pasien terkena malaria, kawasan terdekat menjadi prioritas untuk dilakukan fogging,” ujar Zulfitri.
Lebih dari 60 Warga Terdampak
Zulfitri menyebutkan, jumlah warga yang telah terserang malaria dalam kurun waktu sekitar empat bulan terakhir mencapai lebih dari 60 orang.
Meski berbagai upaya telah dilakukan, penyebaran penyakit tersebut belum sepenuhnya mereda. Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah desa dan tenaga kesehatan dalam mengendalikan penularan di tengah masyarakat.
“Namanya penyakit menular, entah bagaimana perkembangannya. Kami sudah melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan sesuai prosedur, tetapi sampai sekarang belum juga reda. Sudah lebih dari 60 warga yang terkena malaria sejak empat bulan terakhir,” ungkapnya.
Ia berharap situasi tersebut segera membaik sehingga masyarakat Desa Pengujan dapat kembali beraktivitas dengan aman dan sehat.
Zulfitri juga menegaskan bahwa warga yang dibawa ke Puskesmas maupun rumah sakit telah mendapatkan penanganan dari tenaga medis.
“Alhamdulillah, setiap pasien yang dibawa ke Puskesmas ataupun rumah sakit mendapatkan penanganan dari tenaga medis,” katanya.
Penyebab Kematian Masih Perlu Dipastikan
Di tengah meningkatnya kasus malaria tersebut, informasi mengenai adanya warga yang meninggal dunia turut menjadi perhatian. Namun, hingga berita ini disusun, belum terdapat kepastian yang diperoleh media ini mengenai penyebab kematian tersebut, termasuk apakah berkaitan langsung dengan malaria.
Adapun dugaan mengenai kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) juga belum memperoleh kepastian. Berdasarkan keterangan yang diterima media ini, kasus yang dilaporkan telah dipastikan sebagai malaria, sedangkan informasi mengenai DBD masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Kepastian diagnosis dan penyebab kematian tetap memerlukan penjelasan dari tenaga medis atau instansi kesehatan yang berwenang agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru di tengah masyarakat.
Dinas Kesehatan Belum Memberikan Tanggapan
Untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh, media ini telah berupaya mengonfirmasi persoalan tersebut kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, khususnya mengenai perkembangan kasus, langkah pengendalian, serta rencana penanganan lanjutan terhadap peningkatan kasus malaria di Desa Pengujan.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan yang diterima dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan.
Konfirmasi tersebut penting untuk mengetahui apakah peningkatan kasus telah ditindaklanjuti melalui penyelidikan epidemiologi, pemetaan wilayah terdampak, penguatan upaya pengendalian vektor, serta langkah pencegahan tambahan yang diperlukan.
Anggota DPRD Bintan Siap Berkoordinasi
Sementara itu, Ucok, anggota DPRD Kabupaten Bintan, saat dikonfirmasi menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan terkait persoalan tersebut.
Koordinasi ini diharapkan dapat mendorong perhatian lebih lanjut terhadap kondisi kesehatan masyarakat Desa Pengujan, termasuk mengevaluasi efektivitas langkah pencegahan yang telah berjalan dan mengidentifikasi kebutuhan penanganan di lapangan.
Meningkatnya jumlah warga yang terserang malaria selama beberapa bulan terakhir menjadi perhatian yang tidak dapat diabaikan. Diperlukan penanganan yang terukur, koordinasi lintas sektor, serta dukungan sumber daya yang memadai agar penyebaran penyakit dapat dikendalikan.
Pemerintah desa, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan terus memperkuat kerja sama dalam upaya pencegahan dan penanganan malaria.
Di sisi lain, masyarakat yang mengalami gejala seperti demam, menggigil, atau keluhan lain yang mengarah pada malaria diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Liputankeprinews.com akan terus memantau perkembangan persoalan ini dan membuka ruang bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan maupun pihak terkait untuk memberikan keterangan resmi sebagai bagian dari prinsip keberimbangan dan akurasi pemberitaan.
---
(Martin.D C.ILJ).
Posting Komentar