📢 BREAKING NEWS Memuat berita terbaru...

Dua Siswi SMA di Kepulauan Meranti Diberikan Pembinaan Usai Diduga Terlibat Perilaku Intim di Lingkungan Sekolah

Daftar Isi
Kepulauan Meranti, Riau | Liputankeprinews.com — Pihak sekolah di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, memberikan pembinaan terhadap dua siswi SMA sederajat setelah keduanya diketahui melakukan aktivitas yang dinilai tidak semestinya di lingkungan sekolah sekitar dua pekan lalu.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA sederajat Kabupaten Kepulauan Meranti, Poyadi, S.Pd., membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan, pihak sekolah telah mengambil langkah pembinaan setelah aktivitas kedua peserta didik itu diketahui.

“Sudah diberikan pembinaan,” ujar Poyadi saat dikonfirmasi terkait kejadian tersebut.

Menurut Poyadi, persoalan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penelusuran dan komunikasi dengan pihak terkait. Dari proses tersebut, pihaknya memperoleh informasi mengenai dugaan perilaku serupa yang disebut juga ditemukan di sejumlah lingkungan sekolah lainnya.

Namun, informasi tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari masing-masing pihak sekolah. Karena itu, penanganan terhadap peserta didik, menurutnya, perlu dilakukan secara hati-hati dan mengedepankan pembinaan.

Poyadi mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak untuk mencari langkah yang tepat dalam upaya pencegahan dan pendampingan terhadap peserta didik.

Ia menilai persoalan tersebut tidak semata-mata menjadi tanggung jawab sekolah. Peran orang tua, pemerintah, lingkungan pergaulan, serta komunikasi antara keluarga dan satuan pendidikan juga dinilai penting dalam proses pendampingan peserta didik.

“Yang paling penting bagaimana pembinaannya dan bagaimana pencegahannya,” kata Poyadi.

Poyadi juga mengungkapkan bahwa pihaknya pernah menemukan persoalan serupa beberapa tahun sebelumnya. Menurutnya, salah satu tantangan yang dihadapi dalam proses pembinaan adalah keterbatasan dukungan serta belum optimalnya koordinasi antara sekolah dengan orang tua.

Perlu Pendekatan Pembinaan

Dalam konteks pendidikan, penanganan terhadap peserta didik perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan hak anak, kerahasiaan identitas, serta prinsip pembinaan. Identitas kedua siswi tidak dipublikasikan untuk menghindari stigma dan dampak terhadap proses pendidikan maupun kehidupan pribadi mereka.

Liputankeprinews.com memandang persoalan ini penting diberitakan bukan untuk menghakimi peserta didik, melainkan sebagai bagian dari perhatian terhadap lingkungan pendidikan, pengawasan peserta didik, komunikasi antara sekolah dan orang tua, serta upaya pencegahan agar kejadian serupa dapat ditangani secara tepat.

Hingga berita ini diterbitkan, informasi mengenai dugaan adanya kejadian serupa di sekolah lain masih bersifat informasi awal dan belum dirinci berdasarkan sekolah maupun peserta didik tertentu.

Liputankeprinews.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak sekolah, orang tua, maupun pihak terkait apabila terdapat informasi yang perlu diluruskan.

Catatan Redaksi: Pemberitaan ini tidak bermaksud memberikan label atau stigma terhadap peserta didik. Penyebutan peristiwa dilakukan berdasarkan keterangan narasumber yang dikonfirmasi, sementara identitas peserta didik sengaja tidak ditampilkan untuk menjaga kepentingan pendidikan dan perlindungan anak.

Sebagian kutipan dilansir dari #serangkaidotco

---
(Hent).
---

Posting Komentar