BAZNAS Kabupaten Bekasi Berdayakan 20 Disabilitas Netra melalui Pelatihan Terapi Pijat
Daftar Isi
Dr. H. Royani, M.A., Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bekasi Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, di Aula BAZNAS Kabupaten Bekasi.
Kabupaten Bekasi | Liputankeprinews.com — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bekasi terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui Program Bekasi Mandiri Tahun 2026. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan terapi pijat bagi 20 penyandang disabilitas netra yang berlangsung selama tiga hari, Jumat hingga Ahad (23–25 Oktober 2026), di Aula BAZNAS Kabupaten Bekasi.
Program ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan pendistribusian dan pendayagunaan zakat agar memberikan manfaat produktif, inklusif, dan berkelanjutan bagi para mustahik atau penerima zakat.
Pelatihan dibuka oleh Dr. H. Royani, M.A., Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bekasi Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan. Kegiatan ini menghadirkan mentor dari Sentra Terpadu Budi Luhur Bekasi yang diketuai Ferdo Suhandono untuk memberikan pembekalan keterampilan terapi pijat kepada para peserta.
Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan mampu menguasai keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha sekaligus sumber penghasilan mandiri. Program ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap penyandang disabilitas netra agar memperoleh kesempatan yang setara dalam meningkatkan kapasitas diri, berkarya, dan berpartisipasi dalam kegiatan ekonomi masyarakat.
Dalam sambutannya, Dr. H. Royani, M.A., menegaskan bahwa zakat tidak hanya berfungsi membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga memiliki peran strategis dalam meningkatkan keterampilan, produktivitas, dan kemandirian ekonomi para mustahik.
Menurutnya, penyandang disabilitas netra memiliki potensi dan kemampuan yang perlu didukung melalui akses terhadap pendidikan keterampilan, pelatihan, pendampingan, serta peluang usaha yang memadai.
“Melalui Program Bekasi Mandiri, BAZNAS Kabupaten Bekasi ingin menghadirkan zakat yang tidak hanya meringankan beban hari ini, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian pada masa depan. Kami berharap pelatihan ini menjadi bekal bagi para peserta untuk mengembangkan keterampilan, membangun usaha, memperoleh penghasilan yang halal, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ungkapnya.
Keterlibatan mentor dari Sentra Terpadu Budi Luhur Bekasi diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran sehingga peserta memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan secara tepat dan profesional.
BAZNAS Kabupaten Bekasi berharap pelatihan ini tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan semata. Setelah mengikuti kegiatan, para peserta diharapkan dapat mengembangkan kompetensi yang diperoleh menjadi peluang usaha, meningkatkan pendapatan, serta memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
Lebih dari sekadar pelatihan keterampilan, program ini mencerminkan pentingnya pendayagunaan zakat yang berorientasi jangka panjang. Melalui pendekatan pemberdayaan produktif, zakat diharapkan mampu membantu mustahik meningkatkan kemampuan ekonomi, memperluas kesempatan berkarya, dan menjalani kehidupan yang lebih mandiri serta bermartabat.
Melalui Pelatihan Terapi Pijat dalam Program Bekasi Mandiri Tahun 2026, BAZNAS Kabupaten Bekasi terus berupaya menghadirkan manfaat zakat yang nyata bagi masyarakat, khususnya penyandang disabilitas netra, guna mendorong terwujudnya kemandirian dan kesejahteraan yang berkelanjutan.
---
(SW).
Posting Komentar