Tim Resort Peternakan Nggaha Ori Angu Berbagi Kasih kepada Korban Kebakaran di Praihambuli
Daftar Isi
Tim Resort Peternakan Kecamatan Nggaha Ori Angu, Kabupaten Sumba Timur, Saat menyerahkan bantuan ke warga.
Sumba Timur, NTT | Liputankeprinews.com — Kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan Tim Resort Peternakan Kecamatan Nggaha Ori Angu, Kabupaten Sumba Timur.
Kepala Resort Peternakan Kecamatan Nggaha Ori Angu, Aprisal Huki Wolutana, S.Pt., bersama tim turun langsung menemui Aleks, warga Desa Praihambuli yang mengalami musibah kebakaran rumah pada 23 September 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kepada keluarga korban yang tengah menghadapi dampak dari musibah kebakaran.
Kehadiran Tim Resort Peternakan tidak hanya diwujudkan melalui bantuan, tetapi juga dukungan moral kepada keluarga Aleks. Bagi warga yang baru saja kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran, perhatian dan kehadiran dari lingkungan sekitar menjadi bagian penting dalam menghadapi masa sulit.
“Berbagi kasih tidak selalu harus dalam jumlah yang besar. Yang terpenting adalah kepedulian dan kehadiran kita untuk saudara yang sedang mengalami musibah. Semoga apa yang kami berikan dapat sedikit membantu dan memberikan kekuatan bagi keluarga yang mengalami musibah,” ujar Aprisal.
Menurutnya, kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian dari semangat kebersamaan yang perlu terus dibangun. Petugas yang berada di tengah masyarakat diharapkan tidak hanya hadir dalam menjalankan tugas pelayanan, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap kondisi sosial dan kemanusiaan warga di wilayah kerjanya.
Musibah kebakaran yang dialami keluarga Aleks tentu membawa dampak besar. Rumah yang menjadi tempat berlindung dan berkumpul bersama keluarga mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut.
Dalam kondisi demikian, dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu keluarga korban melewati masa pemulihan dan secara perlahan kembali menata kehidupan mereka.
Tim Resort Peternakan Kecamatan Nggaha Ori Angu juga berharap keluarga Aleks diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan tersebut. Dukungan masyarakat dan berbagai pihak diharapkan terus mengalir sebagai wujud semangat gotong royong.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi gambaran bahwa hubungan antara petugas pelayanan dan masyarakat tidak hanya dibangun melalui tugas kedinasan, tetapi juga melalui kepedulian, empati, serta semangat kemanusiaan.
Musibah memang tidak dapat diprediksi. Namun, ketika musibah terjadi, kehadiran dan kepedulian orang-orang di sekitar dapat menjadi kekuatan tersendiri bagi mereka yang terdampak.
Dari Desa Praihambuli, semangat sederhana itu kembali terlihat: ketika sesama mengalami musibah, kepedulian sekecil apa pun dapat menjadi kekuatan untuk membantu mereka bangkit kembali.
Kepedulian untuk sesama, gotong royong untuk kemanusiaan.
---
(Sandi/Kontributor Media).
Posting Komentar