📢 BREAKING NEWS Memuat berita terbaru...

KJK Tunjukkan Solidaritas, Jenguk Mantan Wartawan Tribun Batam yang Terbaring Sakit

Daftar Isi
Ketum KJK Ady Indra Pawennari,bersama jajaran saat menyambangi kediaman Trisno Aji Putra.

“Pena kita mungkin berbeda, media tempat kita bernaung pun tidak sama. Namun, ketika ada satu jari kita yang terluka, seluruh tubuh ikut merasakan sakitnya.”
— Ady Indra Pawennari, Ketua Umum KJK


Tanjungpinang | Liputankeprinews.com — Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) menunjukkan kepedulian dan solidaritas terhadap sesama insan pers dengan mengunjungi Trisno Aji Putra, mantan wartawan Tribun Batam, yang kini tengah terbaring sakit di kediamannya.

Kunjungan sosial tersebut berlangsung di kediaman Aji di Jalan Soekarno Hatta, Lorong Buntu, tepat di samping Kantor Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Minggu (6/9/2026).

Aji diketahui telah menjalani masa pemulihan panjang setelah mengalami kecelakaan lalu lintas sekitar delapan tahun lalu di Jalan Suka Berenang, tepatnya di depan Kedai Kopi Belete, Tanjungpinang.

Akibat kecelakaan tersebut, kondisi fisiknya mengalami keterbatasan. Hingga kini, kaki dan tangan kanannya belum dapat digunakan secara normal sehingga sebagian besar waktunya dihabiskan dengan berbaring di tempat tidur.

Kehadiran sejumlah senior dan rekan sejawat dari KJK tampak membuat Aji senang. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan KJK yang dipimpin langsung Ketua Umum KJK, Ady Indra Pawennari, menyerahkan bantuan tali asih sebagai bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral kepada Aji dan keluarga.

Turut hadir Sekretaris Jenderal KJK Amril Agin, Bendahara Umum Ambok Akok, serta dua jurnalis senior Kepri, Ridarman Bay dan Suyono.

Ketua Umum KJK Ady Indra Pawennari mengatakan, solidaritas sesama insan pers tidak seharusnya dibatasi oleh perbedaan organisasi maupun media tempat seseorang bekerja.

«“Pena kita mungkin berbeda, media tempat kita bernaung pun tidak sama. Namun, ketika ada satu jari kita yang terluka, seluruh tubuh ikut merasakan sakitnya,” ujar Ady.»

Menurut Ady, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda sosial, tetapi menjadi momentum untuk kembali mempererat hubungan persaudaraan di antara para jurnalis di Kepulauan Riau.

Ia mengajak seluruh insan pers di Kepri untuk terus membangun kepedulian dan saling menguatkan, terutama ketika ada rekan sejawat yang menghadapi musibah atau kondisi sulit.

Ady yang pernah menjadi wartawan Harian Sijori Mandiri pada 2001 itu menilai, perjalanan delapan tahun yang dilalui Aji dalam kondisi sakit bukanlah waktu yang singkat.

«“Delapan tahun bukan waktu yang singkat untuk bertahan dalam sunyi di atas tempat tidur. Mari kita lepaskan sejenak baju organisasi dan ego sektoral demi sebuah kemanusiaan,” katanya.»

Ia menegaskan, solidaritas sesama insan pers harus terus dirawat tanpa memandang latar belakang organisasi, perusahaan media maupun perbedaan lainnya.

«“Jika bukan kita, sesama kuli tinta, lalu siapa lagi yang akan saling mendekap dan peduli pada nasib saudara kita?” ujar Ady dengan mata berkaca-kaca.»

Kunjungan tersebut menjadi pengingat bahwa profesi jurnalistik tidak hanya dibangun melalui aktivitas pemberitaan, tetapi juga melalui nilai kemanusiaan, kepedulian dan persaudaraan di antara sesama pekerja pers.

---
(Redaksi).

Posting Komentar