Gedung Pustu Desa Pengujan Terbengkalai, Warga Soroti Fasilitas Kesehatan yang Tak Difungsikan
Daftar Isi
“Sangat disayangkan bangunan yang menggunakan anggaran negara menjadi sia-sia.”— Meli, warga Desa Pengujan
Bintan | Liputankeprinews.com — Gedung Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, menjadi sorotan masyarakat lantaran sudah bertahun-tahun tidak difungsikan dan kondisinya mulai mengalami kerusakan.11 September 2026
Pustu pada dasarnya merupakan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat dasar yang menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat, terutama di wilayah yang jauh dari Puskesmas induk.
Keberadaan Pustu memiliki sejumlah fungsi, antara lain memberikan pelayanan kesehatan dasar, mendukung program kesehatan ibu dan anak (KIA) serta imunisasi, membantu pelaksanaan kegiatan Posyandu, menjalankan upaya promotif dan preventif, hingga menjadi bagian dari sistem rujukan pelayanan kesehatan.
Namun, kondisi berbeda terlihat pada bangunan Pustu yang berada di Desa Pengujan. Berdasarkan penelusuran di lapangan, bangunan tersebut disebut sudah cukup lama tidak ditempati maupun digunakan untuk pelayanan kesehatan.
Kondisi bangunan yang tidak digunakan tersebut juga mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Sejumlah bagian bangunan terlihat kurang terawat, termasuk plafon, kaca jendela, serta cat dinding yang mulai terkelupas.
Salah seorang warga Desa Pengujan, Meli, menyayangkan kondisi bangunan yang menurutnya telah lama tidak dimanfaatkan.
«“Bangunan Pustu itu sudah lama tidak dihuni atau ditempati. Hampir lima tahun tidak ada petugasnya di situ. Sangat disayangkan bangunan yang menggunakan anggaran negara menjadi sia-sia,” ujar Meli.»
Ia berharap pemerintah dapat mengambil langkah agar bangunan tersebut kembali memiliki fungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kalau memang tidak lagi digunakan sebagai Pustu, alangkah baiknya bangunan itu dialihfungsikan dan tetap dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Coba lihat kondisinya sekarang, plafon banyak yang rusak, kaca jendela pecah, dan cat dinding juga banyak yang terkelupas,” katanya.
Kepala Desa: Sudah Bertahun-tahun Kosong
Kepala Desa Pengujan, Zulfitri, ketika dikonfirmasi media ini membenarkan bahwa bangunan Pustu tersebut sudah cukup lama tidak digunakan.
Menurutnya, bangunan tersebut telah kosong kurang lebih selama empat tahun dan kondisinya mulai mengalami sejumlah kerusakan.
“Bangunan Pustu itu sudah lama kosong, ada lebih kurang empat tahun tidak dihuni. Kondisi bangunannya sudah banyak yang rusak,” kata Zulfitri.
Zulfitri mengatakan, pihak desa sebelumnya pernah berupaya agar bangunan tersebut tetap dimanfaatkan sehingga tidak sepenuhnya terbengkalai.
“Beberapa waktu yang lalu saya pernah menyuruh anak mahasiswa yang KKN di Desa Pengujan agar mereka menempati bangunan itu. Gunanya secara tidak langsung bangunan itu menjadi bersih, dan anak KKN tersebut juga tidak repot mengeluarkan banyak biaya,” jelasnya.
Menunggu Penjelasan Dinas Kesehatan
Sementara itu, keberadaan Pustu yang tidak difungsikan selama beberapa tahun tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai status bangunan, aset, serta rencana pemerintah terhadap fasilitas tersebut.
Apakah Pustu tersebut masih tercatat sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang akan kembali diaktifkan, atau terdapat rencana lain terhadap bangunan tersebut, masih memerlukan penjelasan dari instansi terkait.
Untuk mendapatkan informasi dan keberimbangan pemberitaan, pada 9 September 2026 Liputankeprinews.com telah berupaya mengonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, Retno, melalui pesan WhatsApp.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, konfirmasi tersebut belum mendapatkan respons.
Liputankeprinews.com tetap membuka ruang bagi Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan penjelasan, klarifikasi, serta informasi mengenai status dan rencana pemanfaatan gedung Pustu Desa Pengujan.
---
(Martin D., C.ILJ)
Posting Komentar