📢 BREAKING NEWS Memuat berita terbaru...

Dua Rumah Dinas Guru di Teluk Bintan Terbengkalai, Dinas Pendidikan: Siap Direhab Jika Ada yang Membutuhkan

Daftar Isi
Tampak salah satu rumah dinas sekolah yang rusak di desa Pengujan Bintan.

“Fasilitas yang dibangun pemerintah idealnya tidak dibiarkan kosong hingga rusak.”

Bintan | Liputankeprinews.com — Rumah dinas guru pada dasarnya memiliki fungsi strategis dalam mendukung kelancaran proses pendidikan, khususnya bagi tenaga pendidik yang bertugas jauh dari tempat tinggalnya.(9/9/2026).

Keberadaan rumah dinas dapat membantu mengurangi beban biaya tempat tinggal, terutama bagi guru honorer maupun tenaga pendidik yang baru ditempatkan di suatu wilayah. Selain itu, lokasi rumah dinas yang berada di sekitar lingkungan sekolah juga dapat mempermudah akses guru menuju tempat tugas.

Namun, kondisi berbeda ditemukan di wilayah Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan.

Berdasarkan pantauan dan penelusuran Liputankeprinews.com pada 7 September 2026, terdapat sejumlah bangunan rumah dinas guru yang terlihat tidak ditempati dan kurang terawat, masing-masing berada di Desa Penaga dan Desa Pengujan.

Di Desa Penaga, terdapat tiga unit rumah dinas guru. Salah satu unit diketahui berada tepat di pinggir jalan, di depan SD Negeri 005 Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan. Berdasarkan pantauan di lapangan, bangunan tersebut dalam kondisi kosong.

Sementara itu, satu unit rumah dinas lainnya berada di lingkungan SD Negeri 004 Desa Pengujan, Kecamatan Teluk Bintan. Bangunan tersebut juga terlihat tidak dihuni dan mengalami kerusakan pada sejumlah bagian.

Kondisi fisik bangunan tampak memprihatinkan. Beberapa bagian seperti plafon, jendela, pintu dan komponen bangunan lainnya terlihat mengalami kerusakan serta tidak mendapatkan perawatan secara optimal.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai pemanfaatan aset fasilitas pendidikan yang telah dibangun untuk menunjang kebutuhan tenaga pendidik.

Salah seorang warga Desa Pengujan yang ditemui media dan meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, bangunan tersebut sudah cukup lama berdiri namun hingga kini tidak diketahui siapa yang menempatinya.

"Iya bang, bangunan ini sudah lama berdiri, tapi tidak tahu kenapa sampai sekarang tidak dihuni. Bangunannya juga sudah banyak yang rusak," ungkap warga tersebut.

Menurutnya, fasilitas yang telah dibangun pemerintah semestinya dapat dimanfaatkan secara optimal agar memberikan manfaat bagi masyarakat dan dunia pendidikan.

"Kalau bangunan yang dibuat seharusnya dipergunakan. Ini kan menggunakan anggaran yang besar. Kalau memang tidak digunakan, bisa saja dialihfungsikan sesuai kebutuhan. Apalagi kondisi anggaran pemerintah sekarang sedang terbatas, sehingga pemerintah juga harus jeli melihat kegunaan dan manfaatnya," ujarnya.

Dinas Pendidikan Bintan Beri Penjelasan

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan, Nafriyon, S.STP, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon menjelaskan bahwa rumah dinas tersebut pada awalnya memang diperuntukkan bagi aparatur sipil negara (ASN), terutama tenaga pendidik yang berasal dari luar daerah dan ditempatkan di sekolah tertentu.

Menurutnya, pembangunan rumah dinas pada saat itu merupakan bagian dari fasilitas pendukung bagi tenaga pendidik yang membutuhkan tempat tinggal di lokasi penugasan.

"Memang rumah dinas yang ada awalnya diperuntukkan bagi ASN yang baru diangkat, khususnya dari luar daerah dan ditugaskan di sekolah tersebut. Maka dibangun fasilitas berupa rumah dinas," jelas Nafriyon.

Namun, seiring perkembangan kebijakan penempatan tenaga pendidik, kondisi tersebut mengalami perubahan. Tenaga pendidik saat ini lebih banyak ditempatkan di sekolah yang berada di sekitar domisilinya.

"Seiring berjalan waktu, dilakukan perbaikan bahwa tenaga pendidik ditugaskan di mana mereka berdomisili. Sehingga rumah dinas yang dulu dibangun sekarang tampak terbengkalai," ujarnya.

Meski demikian, Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan membuka kemungkinan untuk kembali memanfaatkan bangunan tersebut apabila terdapat tenaga pendidik atau petugas sekolah yang membutuhkan tempat tinggal.

Nafriyon mengatakan pihaknya dapat melakukan rehabilitasi terhadap rumah dinas tersebut apabila memang terdapat kebutuhan yang jelas.

"Namun jika memang ada tenaga pendidik atau petugas sekolah yang membutuhkan rumah dinas tersebut, maka kita akan rehab dengan layak, asalkan ada jaminan dari kepala sekolah bahwa rumah dinas tersebut benar-benar dimanfaatkan," tegasnya.

Optimalisasi Aset Pendidikan

Kondisi dua rumah dinas guru tersebut menjadi perhatian karena fasilitas yang dibangun untuk mendukung pelayanan pendidikan idealnya tidak dibiarkan kosong hingga mengalami kerusakan.

Di sisi lain, penjelasan Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan menunjukkan bahwa persoalan tersebut berkaitan dengan perubahan pola penempatan tenaga pendidik dan kebutuhan pemanfaatan rumah dinas di masing-masing sekolah.

Karena itu, diperlukan evaluasi terhadap keberadaan rumah dinas yang saat ini tidak digunakan, baik melalui rehabilitasi untuk kembali difungsikan maupun melalui skema pemanfaatan lain yang sesuai dengan ketentuan pengelolaan aset pemerintah daerah.

Dengan demikian, fasilitas yang telah dibangun menggunakan anggaran pemerintah tetap dapat memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat.

Liputankeprinews.com akan terus memantau tindak lanjut Pemerintah Kabupaten Bintan terhadap kondisi rumah dinas guru tersebut.

---
(Martin).

Posting Komentar