Dragon Boat Race Internasional Kembali Tak Terlaksana, Anggaran Hampir Rp1 Miliar Disebut Goyang
Daftar Isi
“Event olahraga bahari bukan sekadar perlombaan, tetapi juga bagian dari potensi wisata, ekonomi kreatif dan identitas maritim Tanjungpinang.”
Tanjungpinang | Liputankeprinews.com — Event olahraga bahari Dragon Boat Race yang pernah menjadi salah satu agenda bergengsi di Kota Tanjungpinang kembali belum dapat dilaksanakan pada tahun 2026.
Kegiatan yang memiliki sejarah panjang dan disebut telah bergema sejak 1992 tersebut hingga kini belum berhasil kembali diangkat menjadi event olahraga bahari berskala internasional sebagaimana yang pernah diharapkan masyarakat.
Padahal, saat masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tanjungpinang 2024, pasangan Lis–Raja menyampaikan komitmen untuk membangkitkan kembali gelora olahraga bahari di Kota Tanjungpinang, termasuk menghidupkan kembali event Dragon Boat Race.
Harapan tersebut kembali mencuat setelah Pemerintah Kota Tanjungpinang disebut telah menyiapkan anggaran yang nilainya mendekati Rp1 miliar untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Namun, rencana pelaksanaan event olahraga bahari yang diharapkan mampu menarik perhatian wisatawan dan peserta dari berbagai daerah itu kembali menghadapi ketidakpastian.
Kondisi keuangan daerah menjadi salah satu faktor yang disebut membuat pelaksanaan kegiatan tersebut masih harus dipertimbangkan.
Saat dikonfirmasi media ini beberapa waktu lalu mengenai kepastian pelaksanaan Dragon Boat Race 2026, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah belum dapat memastikan kegiatan tersebut.
“Kita lihat kondisi keuangan dulu ya,” ujar Lis Darmansyah kepada media ini saat ditemui di Kantor Camat Tanjungpinang Timur.
Pernyataan senada disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang Zulhidayat.
Ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp mengenai kondisi anggaran untuk pelaksanaan Dragon Boat Race, Zulhidayat menyebut kondisi anggaran masih menjadi pertimbangan.
“Agak goyang anggaran kita,” ujarnya melalui pesan WhatsApp kepada media ini.
Event Bergengsi yang Kehilangan Momentum
Tidak terlaksananya kembali Dragon Boat Race bukan sekadar persoalan sebuah perlombaan olahraga. Event tersebut memiliki potensi sebagai bagian dari pengembangan wisata bahari, ekonomi kreatif, promosi daerah, sekaligus ruang bagi pelaku UMKM di Kota Tanjungpinang.
Dragon Boat Race juga tidak hanya identik dengan perlombaan perahu naga. Dalam konsep event yang pernah digagas, sejumlah kegiatan olahraga dan hiburan lainnya dapat dikemas menjadi rangkaian acara sehingga menciptakan daya tarik bagi masyarakat maupun wisatawan.
Karena itu, ketidakpastian pelaksanaan event tersebut kembali menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat: kapan olahraga bahari yang pernah menjadi bagian dari identitas Tanjungpinang itu benar-benar kembali digelar?
Apalagi, janji untuk membangkitkan kembali gelora olahraga bahari telah pernah disampaikan kepada masyarakat dalam momentum politik Pilkada 2024.
Kini, masyarakat tinggal menunggu apakah Pemerintah Kota Tanjungpinang masih memiliki ruang fiskal dan kemauan untuk merealisasikan kembali event Dragon Boat Race tersebut, atau rencana itu kembali harus tertunda.
Media ini masih membuka ruang konfirmasi dan hak jawab bagi Pemerintah Kota Tanjungpinang maupun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang terkait kepastian anggaran, konsep kegiatan, serta alasan belum terlaksananya Dragon Boat Race 2026.
Catatan Redaksi:
Pemberitaan ini disusun berdasarkan hasil konfirmasi kepada pihak terkait. Liputankeprinews.com tetap menjunjung prinsip keberimbangan dan membuka ruang hak jawab bagi pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan.
---
(Aman).
Posting Komentar