📢 BREAKING NEWS Memuat berita terbaru...

KJK Silaturahmi ke Polda Kepri, Bahas Kompetensi Wartawan hingga Keamanan Investasi

Daftar Isi
“Keamanan harus dipastikan terlebih dahulu sebelum investasi datang. Pemerintah sudah mempermudah perizinan dan birokrasi, maka tugas kami adalah memastikan keamanan tetap terjaga.”
— Irjen Pol Asep Safrudin, Kapolda Kepri

Batam, Kepri | Liputankeprinews.com — Komunitas Jurnalis Kepri (KJK) bersilaturahmi ke Markas Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau, Senin (24/8/2026) . Pertemuan tersebut menjadi momentum mempererat sinergi antara insan pers dan kepolisian sekaligus membahas sejumlah isu strategis, mulai dari profesionalisme wartawan, keamanan dan ketertiban masyarakat, bahaya hoaks, hingga peran media dalam membangun kepercayaan investor di Provinsi Kepulauan Riau.

Rombongan KJK diterima langsung Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin di ruang kerjanya. Dalam pertemuan tersebut, Kapolda didampingi Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kepri Kombes Pol Dr. Nona Pricillia Ohei dan Direktur Intelijen Keamanan (Dirintelkam) Polda Kepri Kombes Pol Ferikson Tampubolon.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan terbuka. Diskusi tidak hanya membahas perkembangan dunia jurnalistik di Kepri, tetapi juga menyentuh pentingnya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat serta mencegah penyebaran informasi bohong yang berpotensi menimbulkan keresahan maupun konflik sosial.

KJK Paparkan Kegiatan Sosial dan Peningkatan Kompetensi Wartawan

Ketua Umum KJK, Ady Indra Pawennari, memperkenalkan lebih jauh organisasi yang dipimpinnya beserta berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan.

Menurutnya, KJK tidak hanya bergerak dalam bidang jurnalistik, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan. Sejumlah kegiatan tersebut antara lain penanaman mangrove, donor darah, aksi bersih-bersih pantai, santunan anak yatim piatu, hingga penyembelihan hewan kurban.

Di sisi lain, KJK juga memberikan perhatian terhadap peningkatan profesionalisme dan kompetensi wartawan.

Salah satu bentuknya adalah pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) secara mandiri yang dijadwalkan berlangsung pada 29–30 Agustus 2026 di Tanjungpinang.

UKW tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya KJK mendorong peningkatan kualitas dan profesionalisme anggotanya dalam menjalankan tugas jurnalistik serta memberikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Wakil Ketua Umum KJK, Richard Nainggolan, turut menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan media di Kepulauan Riau.

Menurut Richard, dunia pers telah mengalami perubahan besar, dari era media cetak hingga memasuki era digital yang ditandai dengan pertumbuhan media online secara pesat.

Perkembangan tersebut, kata dia, membuat kompetensi dan sertifikasi wartawan semakin penting.

«“Itu sebabnya sertifikasi wartawan ini sangat diperlukan,” kata Richard.»

Dalam pertemuan itu turut hadir Ketum KJK Ady Indra Pawennari, Wakil Ketua Umum Richard Nainggolan, Novianto, Wakil Sekretaris Jenderal Qori Ul Fitra, Ketua Panitia UKW Ambo Akok Mohammad Rakhmat, Sekretaris Panitia, Wakil Bendahara Umum Iman Suryanto, serta Ketua Divisi Jurnalis Perempuan Roma Uly Sianturi.

Kapolda Kepri Dukung Pelaksanaan UKW KJK

Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin menyambut baik rencana pelaksanaan UKW yang diselenggarakan KJK.

Menurut Asep, peningkatan kompetensi wartawan sangat penting agar masyarakat memperoleh informasi yang aktual, akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pemberitaan yang aktual tersebut sangat diperlukan. Dan itu juga mendukung kami dalam melaksanakan tugas kami,” ujar Asep.

Ia juga menyoroti bahaya pemberitaan hoaks yang dapat memicu kesalahpahaman dan berpotensi menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

Karena itu, wartawan dinilai perlu memiliki pembekalan yang memadai, tidak hanya dalam aspek teknis jurnalistik, tetapi juga pemahaman terhadap tanggung jawab profesi ketika menyampaikan informasi kepada publik.

“Saya berharap dengan adanya uji kompetensi secara mandiri yang diselenggarakan KJK ini dapat berguna untuk jurnalis. Mereka bisa menjalankan tugasnya dengan baik,” katanya.

Asep menegaskan, hubungan antara kepolisian dan media bukan semata-mata hubungan kelembagaan. Media merupakan salah satu mitra strategis kepolisian dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus membantu menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.

Keamanan Jadi Fondasi Kepercayaan Investor

Pembahasan dalam pertemuan kemudian berkembang pada isu yang lebih luas, yakni keterkaitan antara keamanan dan iklim investasi di Kepulauan Riau.

Asep menekankan bahwa keamanan merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun dan mempertahankan kepercayaan investor di wilayah strategis seperti Kepri.

Dalam kesempatan tersebut, Asep menyampaikan bahwa berdasarkan evaluasi internal yang dipaparkannya, kinerja Polda Kepri saat ini menempatkan institusinya dalam jajaran lima Polda terbaik di Indonesia.

Capaian tersebut, menurutnya, menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian, termasuk menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Salah satu pesan yang dikedepankan Polda Kepri adalah “Secure Kepri, Secure Your Investments”.

Pesan tersebut menegaskan keterkaitan antara stabilitas keamanan dengan keberlangsungan investasi. Keamanan, kata Asep, harus diwujudkan melalui langkah konkret agar pelaku usaha maupun calon investor mendapatkan kepastian dalam menjalankan aktivitas ekonominya.

Menurutnya, kondisi keamanan di Kepulauan Riau saat ini relatif kondusif. Namun, stabilitas tersebut harus terus dijaga agar tidak menjadi hambatan bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi.

“Keamanan harus dipastikan terlebih dahulu sebelum investasi datang. Pemerintah sudah mempermudah perizinan dan birokrasi, maka tugas kami adalah memastikan keamanan tetap terjaga,” tegas Asep.

Posisi Strategis Kepri Jadi Modal Investasi

Asep juga menyoroti karakteristik ekonomi Kepulauan Riau yang memiliki keunggulan berbeda dibandingkan sejumlah daerah lain di Indonesia.

Jika sejumlah daerah memiliki kekuatan ekonomi yang bertumpu pada sumber daya alam seperti batu bara, sawit, maupun komoditas pertambangan dan perkebunan, Kepri memiliki keunggulan utama pada posisi geografisnya.

Kepulauan Riau berada di kawasan strategis jalur perdagangan internasional dan berdekatan dengan sejumlah pusat ekonomi kawasan Asia Tenggara.

“Kepri tidak punya sumber daya alam besar seperti batu bara atau sawit. Kekuatan kita ada pada posisi strategis. Karena itu, keamanan menjadi faktor utama agar investor tetap percaya dan nyaman berusaha di sini,” jelasnya.

Dengan posisi tersebut, stabilitas keamanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari agenda pembangunan ekonomi Kepri.

Keamanan yang terjaga dapat memperkuat kepercayaan pelaku usaha. Sebaliknya, gangguan keamanan maupun informasi yang tidak akurat dapat memengaruhi persepsi terhadap kondisi daerah.

Irjen Pol Asep Safrudin, Kapolda Kepri

Media Berperan Bangun Citra Kepri

Dalam konteks tersebut, Kapolda Kepri mengajak insan pers, termasuk KJK, untuk turut berkontribusi membangun narasi yang konstruktif mengenai Kepulauan Riau.

Asep menekankan bahwa informasi yang disampaikan kepada masyarakat harus tetap berpegang pada prinsip jurnalistik, yakni faktual, akurat, berimbang, dan tidak provokatif.

Menurutnya, media memiliki posisi strategis dalam membentuk persepsi publik. Pemberitaan yang konstruktif dan bertanggung jawab dapat membantu memperkuat citra Kepri sebagai daerah yang aman, kondusif, serta memiliki prospek investasi.

Hal itu menjadi semakin penting di tengah persaingan antarwilayah dalam menarik investor. Setiap daerah berupaya menawarkan berbagai keunggulan, mulai dari kemudahan perizinan, infrastruktur, sumber daya manusia, hingga kepastian keamanan.

Dalam kondisi tersebut, sinergi antara pemerintah, kepolisian, dunia usaha, dan media dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat daya saing daerah.

Kepolisian berperan menjaga keamanan dan ketertiban, pemerintah menghadirkan kemudahan serta kepastian regulasi, sementara media menjalankan fungsi jurnalistik dengan menyampaikan informasi yang faktual dan bertanggung jawab.

Pertemuan KJK dengan Polda Kepri akhirnya tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi. Dialog tersebut juga memperlihatkan pentingnya sinergi antara kompetensi wartawan, keamanan daerah, dan pembangunan kepercayaan publik dalam mendukung kemajuan Kepulauan Riau.

Bagi Kepri, membangun investasi bukan hanya membutuhkan kemudahan dan peluang ekonomi, tetapi juga keamanan, kepercayaan, serta informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.


---
(Rilis KJK).

Posting Komentar