📢 BREAKING NEWS Memuat berita terbaru...

Kades Karangmukti Sumardi Klarifikasi Persoalan Dana, Tegaskan Bukan Anggaran Desa

Daftar Isi
“Jangan membangun prasangka dari informasi yang belum terverifikasi. Mari selesaikan setiap persoalan dengan komunikasi, keterbukaan, dan berdasarkan fakta.” — Sumardi, Kepala Desa Karangmukti

Kabupaten Bekasi | Liputankeprinews.com — Kepala Desa Karangmukti, Sumardi, memberikan klarifikasi terkait persoalan dana yang belakangan menjadi perhatian dan dikaitkan dengan aparatur Pemerintah Desa Karangmukti.

Sumardi menegaskan, berdasarkan informasi dan pemahamannya, persoalan tersebut bukan berkaitan dengan pengelolaan maupun penggunaan anggaran Pemerintah Desa Karangmukti, melainkan persoalan pribadi antara Ajis, selaku Sekretaris Desa (Sekdes) Karangmukti, dengan Carsim, pihak yang sebelumnya menjalankan tugas di lingkungan Pemerintah Desa Karangrahayu.

“Saya tegaskan, itu persoalan pribadi Saudara Ajis selaku Sekdes Karangmukti dengan Saudara Carsim selaku pihak Pemerintah Desa Karangrahayu. Dana tersebut juga sudah dikembalikan oleh Saudara Ajis dan persoalannya sudah diselesaikan,” tegas Sumardi saat memberikan klarifikasi, Rabu (19/8/2026).

Menurut Sumardi, dirinya maupun Pemerintah Desa Karangmukti tidak terlibat dalam persoalan dana tersebut. Ia pun meminta agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat disampaikan secara proporsional dengan mengacu pada fakta, dokumen, dan keterangan dari pihak-pihak terkait.

“Jangan sampai persoalan pribadi kemudian dikaitkan dengan Pemerintah Desa Karangmukti, apalagi kalau tidak didukung fakta dan bukti yang jelas,” ujarnya.

Klarifikasi Terkait Riwayat Kendaraan

Selain persoalan dana, Sumardi turut memberikan penjelasan mengenai riwayat kendaraan pribadi milik Ajis yang disebut berkaitan dengan Carsim.

Berdasarkan keterangan Sumardi, ketika Carsim masih menjalankan tugas sebagai Pelaksana Harian (Plh.) Desa Karangrahayu, Ajis disebut pernah menggadaikan kendaraan pribadinya kepada Carsim.

“Yang perlu diperjelas adalah kronologi sebenarnya. Pada saat Carsim menjabat sebagai Plh. Desa Karangrahayu, Saudara Ajis selaku Sekdes Karangmukti disebut menggadaikan mobil kepada Saudara Carsim. Jadi, jangan sampai persoalannya dipahami terbalik,” ungkapnya.

Sumardi menilai, penjelasan mengenai riwayat kendaraan tersebut penting agar persoalan dapat dilihat secara utuh, khususnya terkait kronologi, status kendaraan, serta proses penyelesaian antara pihak-pihak yang bersangkutan.

Namun demikian, ia menekankan bahwa persoalan tersebut perlu diselesaikan berdasarkan keterangan masing-masing pihak dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Utamakan Komunikasi dan Kekeluargaan

Sumardi juga menjelaskan bahwa keterlibatannya dalam memberikan klarifikasi tidak semata-mata dilihat dari posisinya sebagai Kepala Desa Karangmukti. Menurutnya, ia berupaya menjaga hubungan baik dan membantu penyelesaian persoalan secara kekeluargaan.

“Saya ini bukan hanya melihat dari posisi sebagai kepala desa. Saya menganggap jajaran pemerintah desa dan masyarakat Karangmukti sebagai keluarga. Yang lebih muda saya anggap seperti adik, yang lebih tua seperti kakak, dan yang sudah sepuh saya hormati seperti orang tua. Prinsip saya adalah menjaga pemerintahan dengan cara kekeluargaan,” katanya.

Ia berharap persoalan tersebut tidak berkembang menjadi prasangka atau kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Sumardi mengajak seluruh pihak yang masih memiliki pertanyaan untuk menempuh komunikasi dan klarifikasi secara langsung sehingga persoalan dapat ditempatkan sesuai konteks dan fakta yang sebenarnya.

“Kalau ada yang kurang jelas dan ingin mengetahui lebih detail, silakan berkomunikasi, bertanya, dan melakukan klarifikasi. Kita jauhkan prasangka yang tidak baik. Kita jaga hati kita, jangan kita kotori dan jangan kita nodai. Yang penting semuanya diselesaikan dengan komunikasi, keterbukaan, dan berdasarkan fakta,” pungkasnya.

---
(SW)

Posting Komentar