📢 BREAKING NEWS Memuat berita terbaru...

Di Antara Riuh 17 Agustus, Ada Hati Seorang Gubernur yang Terbuka untuk Pers

Daftar Isi
“Pers yang kuat bukan hanya pers yang mampu menyampaikan berita, tetapi juga pers yang terus belajar, meningkatkan kompetensi, menjaga independensi, dan bertanggung jawab kepada publik.”

Oleh: Ady Indra Pawennari
Ketua Umum Komunitas Jurnalis Kepri (KJK)

Tanjungpinang | Liputankeprinews.com — Di tengah padatnya rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, sebuah pertemuan sederhana di Gedung Daerah Tanjungpinang pada Senin malam, 17 Agustus 2026, meninggalkan kesan mendalam bagi kami, para pengurus Komunitas Jurnalis Kepri (KJK).

Hari itu, agenda Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad terbilang sangat padat. Sejak pagi, orang nomor satu di Provinsi Kepulauan Riau itu menjalani berbagai rangkaian kegiatan kenegaraan, mulai dari Upacara Detik-Detik Proklamasi hingga agenda ramah tamah bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat.

Di tengah padatnya agenda tersebut, kami mengajukan permohonan audiensi untuk menyampaikan rencana pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang akan digelar KJK bekerja sama dengan Lembaga Uji Kompetensi Wartawan (LUKW) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) "Veteran" Yogyakarta.

Sejujurnya, memilih tanggal 17 Agustus untuk mengajukan audiensi bukan tanpa keraguan.

Sekretaris Jenderal KJK, Amril Agin, dan Ketua Panitia Pelaksana UKW, Ambo Akok, sempat mempertanyakan apakah Gubernur Ansar dapat meluangkan waktu di tengah padatnya agenda Hari Kemerdekaan.

Namun, harapan itu akhirnya terjawab.

Sekitar pukul 14.29 WIB, telepon dari ajudan Gubernur membawa kabar yang tidak kami duga sebelumnya.

"Pak Gubernur bersedia menerima selepas Magrib di Gedung Daerah."

Kabar tersebut tentu menjadi angin segar bagi kami.

Pertemuan di Tengah Riuh Perayaan Kemerdekaan

Selepas Magrib, Gedung Daerah Tanjungpinang semakin ramai. Berbagai kegiatan perayaan HUT ke-81 RI berlangsung dalam suasana penuh kemeriahan. Tamu undangan, pejabat daerah, dan masyarakat hadir dalam rangkaian ramah tamah serta hiburan rakyat.

Di tengah suasana yang begitu sibuk, Gubernur Ansar tetap menyempatkan diri menerima kami.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan bersahabat. Tidak banyak waktu yang tersedia, sehingga kami langsung menyampaikan maksud audiensi.

Kami melaporkan kepada Gubernur Ansar bahwa KJK bersama LUKW UPN "Veteran" Yogyakarta akan melaksanakan UKW di Hotel CK Tanjungpinang pada Sabtu, 29 Agustus 2026.

UKW tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi, profesionalitas, dan etika wartawan di Provinsi Kepulauan Riau.

Respons Gubernur Ansar cukup menggembirakan.

Beliau menyampaikan dukungannya terhadap peningkatan kapasitas wartawan di Kepri dan menyatakan kesediaannya untuk hadir membuka kegiatan tersebut.

"Saya sudah terima undangannya. Insya Allah, saya hadir dan membuka acaranya sesuai jadwal yang sudah ditetapkan panitia," ujar Ansar.

Bagi kami, pernyataan tersebut bukan sekadar jawaban atas sebuah undangan.

Di tengah kesibukan seorang kepala daerah pada momentum nasional yang sangat penting, kesediaan meluangkan waktu untuk mendengarkan agenda peningkatan kompetensi wartawan merupakan bentuk perhatian terhadap keberadaan pers sebagai salah satu bagian penting dalam kehidupan demokrasi.

Pers dan Pemerintah Perlu Berjalan dalam Ruang Dialog

Bagi saya pribadi, pertemuan dengan Gubernur Ansar juga memiliki makna tersendiri.

Hubungan kami telah terjalin cukup panjang, sejak 1996 ketika saya mulai meniti karier sebagai wartawan dan bertugas di Kantor Bupati Kepri di Jalan Basuki Rahmat, Tanjungpinang.

Saat itu, Ansar Ahmad masih berstatus sebagai seorang aparatur sipil negara dan kemudian dipercaya menduduki jabatan Kepala Bagian Ekonomi di Sekretariat Daerah Kabupaten Kepri.

Waktu telah berjalan puluhan tahun.

Dunia berubah, pemerintahan berkembang, demikian pula wajah pers di Kepulauan Riau. Namun, satu hal yang tetap penting adalah menjaga ruang komunikasi antara pers dan pemerintah.

Pers membutuhkan akses untuk memperoleh informasi. Pemerintah juga membutuhkan pers sebagai mitra strategis dalam menyampaikan program, kebijakan, sekaligus menerima kritik dan masukan masyarakat.

Karena itu, bagi kami, dukungan terhadap UKW bukan hanya tentang sebuah kegiatan seremonial.

UKW merupakan bagian dari proses membangun wartawan yang memiliki kompetensi, memahami Kode Etik Jurnalistik, mampu melakukan verifikasi, berimbang dalam memberitakan suatu persoalan, serta memahami hak jawab dan prinsip-prinsip jurnalistik lainnya.

Sebuah Foto, Sebuah Kenangan

Sebelum kami berpamitan, terjadi sebuah momen sederhana yang justru terasa cukup berkesan.

Gubernur Ansar meminta ajudannya mengabadikan pertemuan tersebut melalui kamera.

Sebuah foto kemudian menjadi penutup audiensi malam itu.

Tidak ada seremoni besar. Tidak ada pidato panjang.

Hanya sebuah pertemuan singkat di tengah padatnya perayaan Hari Kemerdekaan.

Namun bagi kami, momen tersebut menjadi pengingat bahwa di balik jabatan dan protokoler pemerintahan, selalu ada ruang untuk membangun komunikasi secara manusiawi.

Kami kemudian berpamitan dan kembali ke sekretariat KJK untuk melanjutkan persiapan pelaksanaan UKW.

Bagi saya, dukungan Gubernur Ansar terhadap kegiatan ini merupakan sebuah energi positif bagi para wartawan di Kepulauan Riau yang sedang berupaya meningkatkan kompetensi dan profesionalitasnya.

Terima kasih, Pak Gubernur Ansar Ahmad, atas waktu dan kesempatan yang telah diberikan kepada kami di tengah padatnya rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Semoga UKW yang akan digelar KJK bersama LUKW UPN "Veteran" Yogyakarta dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan insan pers Kepulauan Riau yang semakin profesional, kompeten, berintegritas, dan menjunjung tinggi etika jurnalistik.

Sebab pers yang kuat bukan hanya pers yang mampu menyampaikan berita, tetapi juga pers yang terus belajar, meningkatkan kompetensi, menjaga independensi, dan bertanggung jawab kepada publik.

Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia.

Merdeka! Merdeka! Merdeka!

,---
(Redaksi).

Posting Komentar