📢 BREAKING NEWS Memuat berita terbaru...

Desa Jang, Sentra Perikanan Moro yang Menyimpan Potensi Wisata Sejarah dan Kearifan Lokal

Daftar Isi
“Desa Jang bukan hanya memiliki kekayaan laut, tetapi juga menyimpan sejarah dan kearifan lokal yang berpotensi menjadi daya tarik wisata masa depan.”

Moro, Karimun | Liputankeprinews.com — Desa Jang, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, dikenal masyarakat sebagai salah satu wilayah penghasil ikan yang cukup besar. Hasil laut dengan nilai ekonomi tinggi turut menopang kehidupan masyarakat, baik di Jang Luar maupun Jang Dalam.

Kondisi tersebut terlihat dari perkembangan kehidupan masyarakat setempat. Sejumlah rumah warga tampak berdiri cukup megah, seiring dengan aktivitas perekonomian yang banyak bertumpu pada sektor perikanan dan hasil laut.

Namun, Desa Jang ternyata tidak hanya memiliki potensi perikanan. Wilayah ini juga menyimpan sejumlah lokasi yang memiliki nilai sejarah, budaya, serta cerita turun-temurun yang berpotensi dikembangkan menjadi objek wisata berbasis kearifan lokal.

Berdasarkan penelusuran Liputankeprinews.com pada Agustus 2026, setidaknya terdapat beberapa lokasi yang oleh masyarakat setempat dianggap memiliki nilai keramat dan menyimpan cerita menarik. Di antaranya kolam tua, benda menyerupai tungku masak, batu berlubang di kawasan Pulau Mandah, serta Bukit Jorak yang berada di hadapan Desa Jang Luar.

Salah satu yang menarik perhatian adalah keberadaan kolam tua yang menurut cerita masyarakat setempat telah ada sejak masa penjajahan.

Manaf, salah seorang warga yang mengaku pernah menyaksikan fenomena tersebut, menceritakan bahwa pada saat air kolam dalam kondisi penuh, sejumlah kura-kura dengan berbagai ukuran pernah muncul ke permukaan.

"Ketika air kolam banyak, kura-kura berbagai ukuran muncul ke permukaan. Tetapi ketika air surut, kura-kura tersebut tidak terlihat lagi," ungkap Manaf kepada media ini, Kamis (27/8/2026).

Cerita tersebut hingga kini masih menjadi bagian dari kisah yang berkembang di tengah masyarakat Desa Jang. Keberadaan kolam tua itu pun dinilai memiliki potensi untuk dikaji dan didokumentasikan sebagai bagian dari sejarah serta kearifan lokal masyarakat setempat.

Selain kolam tua, masyarakat juga mengenal sejumlah lokasi dan benda yang dianggap memiliki nilai sejarah maupun cerita tersendiri, seperti benda menyerupai tungku masak, batu berlubang di Pulau Mandah, serta Bukit Jorak.

Apabila potensi tersebut dikemas secara baik, bukan tidak mungkin Desa Jang memiliki alternatif destinasi wisata yang menggabungkan kekayaan alam, sejarah, budaya, serta kehidupan masyarakat pesisir.

Promosi yang terarah, penataan kawasan, aksesibilitas, kebersihan, serta penyusunan informasi sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan menjadi sejumlah aspek penting apabila lokasi-lokasi tersebut ke depan dikembangkan sebagai destinasi wisata.

Kepala Desa Jang, Kurniawan, membenarkan adanya sejumlah potensi wisata dan lokasi yang memiliki cerita sejarah di wilayah desanya.

Menurut Kurniawan, pengembangan potensi tersebut dapat menjadi bagian dari agenda pembangunan desa ke depan dan diharapkan dapat dilanjutkan oleh kepemimpinan desa berikutnya.

"Potensi wisata yang ada di Desa Jang akan terus dikemas dan dikembangkan. Selanjutnya tentu dapat diteruskan oleh kepala desa berikutnya," ujar Kurniawan yang akrab disapa Nawan melalui pesan WhatsApp kepada media ini, Kamis (27/8/2026).

Pengembangan sektor pariwisata dinilai dapat memberikan dampak positif terhadap masyarakat apabila dilakukan secara terencana. Selain membuka peluang ekonomi baru, keberadaan destinasi wisata juga dapat mendorong tumbuhnya usaha masyarakat, seperti kuliner, kerajinan, jasa transportasi, maupun usaha pendukung lainnya.

Dengan kekayaan laut sekaligus potensi sejarah dan budaya yang dimiliki, Desa Jang memiliki peluang untuk membangun identitas wisata yang berbeda dari daerah lainnya di Kabupaten Karimun.

Pemerintah Kabupaten Karimun sendiri terus mendorong pembangunan di berbagai sektor sebagai bagian dari upaya menyiapkan fondasi pembangunan bagi generasi penerus.

Desa Jang dengan potensi perikanan dan kekayaan lokalnya diharapkan tidak hanya dikenal sebagai wilayah penghasil ikan, tetapi juga mampu berkembang sebagai salah satu kawasan yang memiliki daya tarik wisata di Kecamatan Moro.

---
(Aman).

Posting Komentar