📢 BREAKING NEWS Memuat berita terbaru...

BP Batam Dorong Komunikasi Sehat dan Profesional dengan Insan Pers

Daftar Isi
“Kami tidak membutuhkan media yang hanya memuji pemerintah. Kami membutuhkan media yang kritis dan profesional.”
— Ariastuty Sirait, BP Batam

Batam | Liputankeprinews.com — Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan pentingnya membangun komunikasi yang sehat, profesional, terbuka, dan saling menghormati antara pemerintah dengan insan pers.

Menurut Ariastuty, hubungan yang baik antara pemerintah dan media menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai informasi mengenai kebijakan dan pembangunan Batam dapat diterima masyarakat secara utuh, akurat, dan berimbang.

Hal tersebut sejalan dengan semangat yang terus didorong Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, dalam memperkuat silaturahmi serta komunikasi dengan para pemimpin redaksi dan insan media di Batam.

Ariastuty mengatakan, silaturahmi antara pemerintah dan media tidak semata-mata berkaitan dengan pemberitaan. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk saling mengenal, bertukar pandangan, memahami tantangan masing-masing, khususnya di tengah perkembangan ekosistem media digital, serta membangun komunikasi yang lebih terbuka.

Ia menegaskan, upaya Li Claudia Chandra membangun silaturahmi dengan insan pers merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat komunikasi dan keterbukaan informasi antara pemerintah dengan media.

Menurut Ariastuty, hubungan yang semakin dekat dan terbuka akan memberikan ruang bagi kedua pihak untuk saling bertukar informasi, menyampaikan masukan, sekaligus memahami berbagai persoalan dari perspektif masing-masing.

«“Ibu Li Claudia ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dengan media. Silaturahmi ini bukan untuk membatasi ruang kritik, tetapi justru membuka ruang dialog agar pemerintah dan media bisa saling mendengar dan memahami,” ungkap Tuty.»

Kritik Media Tetap Dibutuhkan

Ariastuty menegaskan, pemerintah sangat menghargai media yang menjalankan fungsi kontrol sosial secara kritis dan profesional.

Menurutnya, kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan demokrasi sekaligus dapat menjadi masukan bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap berbagai kebijakan maupun pelayanan kepada masyarakat.

Namun, ia berharap setiap informasi yang disampaikan kepada publik tetap mengedepankan prinsip jurnalistik, khususnya akurasi, verifikasi, konfirmasi, data, dan keberimbangan.

«“Kami tentu ingin media tetap kritis. Kritik itu penting. Tetapi kritik yang kuat justru lahir dari proses jurnalistik yang kuat—ada verifikasi, ada konfirmasi, ada data, dan ada keberimbangan. Dengan begitu, kritik menjadi masukan yang konstruktif sekaligus memberikan informasi yang utuh kepada masyarakat,” kata Tuty.»

Di sisi lain, Ariastuty menyampaikan bahwa pemerintah juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan akses informasi serta ruang konfirmasi yang memadai kepada media.

Karena itu, komunikasi yang baik antara pemerintah dan insan pers dinilai penting agar berbagai informasi terkait kebijakan maupun pembangunan Batam dapat disampaikan secara lebih lengkap kepada masyarakat.

«“Ibu Li Claudia menekankan bahwa apabila ada informasi yang belum lengkap, silakan dikonfirmasi kepada pemerintah. Kalau ada data yang perlu dijelaskan, kami siap memberikan penjelasan. Begitu juga kalau ada kritik dari media, tentu menjadi bahan yang kami dengarkan dan evaluasi,” katanya.»

Bangun Komunikasi Sejak Awal

Ariastuty menilai, silaturahmi yang ingin dibangun Li Claudia Chandra dengan media merupakan kesempatan untuk menciptakan hubungan yang lebih terbuka dan komunikatif.

Menurutnya, hubungan pemerintah dan media sebaiknya tidak hanya terjalin ketika muncul persoalan atau ketika pemerintah membutuhkan publikasi.

«“Kita ingin hubungan pemerintah dan media tidak hanya bertemu saat ada persoalan. Mari kita bangun komunikasi sejak awal. Pemerintah bisa menjelaskan kebijakan, media bisa menyampaikan apa yang dirasakan masyarakat. Dari komunikasi seperti itu, banyak hal bisa kita pahami bersama,” lanjut Tuty.»

Lebih lanjut, Ariastuty menegaskan bahwa kemitraan antara pemerintah dan media bukan berarti pemerintah mengharapkan pemberitaan yang selalu positif.

Sebaliknya, pemerintah membutuhkan media yang tetap independen, kritis, dan profesional dalam menjalankan fungsi jurnalistiknya.

«“Kami tidak membutuhkan media yang hanya memuji pemerintah. Kami membutuhkan media yang kritis dan profesional. Kalau kritiknya berdasarkan data dan melalui proses verifikasi serta konfirmasi, tentu itu menjadi bagian penting bagi pemerintah untuk berbenah,” pungkas Tuty.»

Menurut Ariastuty, tujuan akhir dari komunikasi yang dibangun bukan sekadar menciptakan hubungan baik antara pemerintah dan media, melainkan membangun ekosistem informasi publik yang sehat.

Dalam ekosistem tersebut, media dapat menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional dan independen, sementara pemerintah terbuka memberikan informasi serta penjelasan. Pada akhirnya, masyarakat menjadi pihak yang memperoleh manfaat dari komunikasi publik yang berkualitas.

Batam, 27 Agustus 2026

Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga
Sthefani Barlian

Sumber: BP Batam
Website: bpbatam.go.id
Email: humas@bpbatam.go.id

---
(Redaksi).

Posting Komentar