Mewakili Bupati Karimun, Kalaksa BPBD-DAMKAR Pimpin Apel Perdana Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP dan SD Negeri 004 Satu Atap Desa Pongkar
Daftar Isi
"Hari pertama sekolah bukan sekadar awal tahun ajaran baru, tetapi langkah awal membentuk karakter generasi masa depan. Melalui disiplin, kebiasaan baik, dan semangat belajar, anak-anak Karimun diharapkan tumbuh menjadi Generasi Indonesia Emas 2045 yang sehat, cerdas, berintegritas, dan berakhlak mulia."
Karimun | Liputankeprinews.com – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-DAMKAR) Kabupaten Karimun, Dedi Sahori, S.E., M.Si., bertindak sebagai Pembina Apel Hari Pertama Masuk Sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 sekaligus membuka secara resmi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mewakili Bupati Karimun, Senin (13/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di SMP dan SD Negeri 004 Satu Atap Desa Pongkar, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun tersebut dihadiri kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, serta seluruh peserta didik baru jenjang SD dan SMP yang mengikuti MPLS Tahun Ajaran 2026/2027.
Suasana apel berlangsung khidmat namun penuh semangat. Hari pertama masuk sekolah menjadi momentum penting bagi para peserta didik baru untuk memulai perjalanan pendidikan sekaligus membangun karakter sebagai generasi penerus bangsa.
Dalam sambutannya, Dedi Sahori menyampaikan salam dan pesan Bupati Karimun yang berharap seluruh anak-anak di Kabupaten Karimun tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, berbudaya, serta siap menghadapi berbagai tantangan masa depan.
Ia menegaskan bahwa sekolah bukan hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter, kedisiplinan, integritas, kepedulian sosial, dan akhlak mulia sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Pada kesempatan tersebut, Dedi Sahori mengajak seluruh peserta didik mengimplementasikan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yakni membiasakan bangun pagi, rajin beribadah, gemar berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, gemar belajar, gemar bermasyarakat, serta tidur lebih awal dan beristirahat dengan cukup.
Menurutnya, tujuh kebiasaan tersebut merupakan investasi karakter yang akan membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki mental tangguh, disiplin, berintegritas, dan peduli terhadap sesama.
"Keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten setiap hari," ujarnya.
Ia berharap sejak hari pertama sekolah para peserta didik mulai membangun budaya disiplin, menghargai waktu, rajin beribadah, menjaga kesehatan melalui olahraga dan pola makan bergizi, mencintai proses belajar, memiliki kepedulian sosial, serta menerapkan pola hidup sehat dan seimbang.
Dedi Sahori juga mengajak seluruh peserta didik menyambut penerapan sistem lima hari sekolah pada Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kebersamaan keluarga, serta menciptakan keseimbangan antara belajar, beribadah, beristirahat, dan mengembangkan potensi diri secara optimal.
Suasana apel semakin meriah ketika di sela-sela sambutannya ia mengajak seluruh peserta didik dan guru mengikuti yel-yel penyemangat.
Dengan suara lantang ia menyerukan, "Salam Sehat...!", yang disambut para guru dengan "Salam Semangat...!", kemudian dilanjutkan dengan seruan "Salam Anak Indonesia Hebat...!" yang dijawab serempak oleh seluruh siswa dan guru, "Hebat... Hebat... Hebat...!"
Yel-yel tersebut membangkitkan antusiasme seluruh peserta apel. Lapangan sekolah dipenuhi tepuk tangan, senyum ceria, dan sorak semangat para siswa yang tampak semakin percaya diri menyambut hari pertama mereka di sekolah.
Sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi, Dedi Sahori juga mengadakan kuis interaktif mengenai materi yang telah disampaikan. Para siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar memperoleh hadiah secara langsung.
Ia menjelaskan bahwa hadiah tersebut bukan sekadar penghargaan, tetapi juga motivasi agar peserta didik semakin mencintai belajar, berani tampil, aktif bertanya, serta memiliki rasa percaya diri sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah. Selain itu, hadiah tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan perlengkapan sekolah para siswa.
Seluruh rangkaian apel perdana dan pembukaan MPLS berlangsung dalam suasana hangat, edukatif, komunikatif, dan inspiratif. Interaksi yang terjalin antara pembina apel, guru, dan peserta didik menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun budaya sekolah yang positif.
Menutup sambutannya, Dedi Sahori mengajak seluruh peserta didik menjadikan hari pertama sekolah sebagai langkah awal dalam meraih cita-cita. Ia berpesan agar para siswa senantiasa menghormati guru, menyayangi orang tua, mencintai sekolah, menjaga persatuan, serta terus membiasakan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.
«"Anak Indonesia Hebat bukan dibentuk oleh satu keberhasilan yang datang dalam semalam, tetapi oleh kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari dengan disiplin, ketekunan, dan keikhlasan. Saya yakin, dari sekolah ini akan lahir generasi Kabupaten Karimun yang sehat, cerdas, berkarakter, serta mampu menjadi pemimpin bangsa di masa depan," tutupnya.»
Melalui pelaksanaan Apel Hari Pertama Masuk Sekolah dan pembukaan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 tersebut, Pemerintah Kabupaten Karimun kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter, inklusif, serta mampu melahirkan generasi muda yang unggul, tangguh, berintegritas, dan siap menyongsong terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.
---
(Redaksi).
Posting Komentar