Ketua DPC AKPERSI Bintan Soroti Transparansi Anggaran Festival Bintan Trekking dan Kenduri Durian 2026, Panitia Mengaku Gunakan Dana Pribadi
Daftar Isi
"Kesuksesan sebuah agenda daerah tidak hanya diukur dari kemeriahan acaranya, tetapi juga dari penghargaan terhadap kerja keras panitia serta transparansi dalam pengelolaan anggaran kepada publik." – Martin D., Ketua DPC AKPERSI Kabupaten Bintan.
Bintan | Liputankeprinews.com – Pelaksanaan Bintan Trekking 2026 yang dirangkaikan dengan Festival dan Tradisi Kenduri Durian di Desa Bintan Buyu menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Selain mendapat apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan, kegiatan tersebut juga memunculkan pertanyaan mengenai dukungan anggaran pemerintah terhadap panitia pelaksana.(27/7/2026).
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPC AKPERSI) Kabupaten Bintan, Martin D., menilai perlu adanya transparansi terkait pembiayaan kegiatan, mengingat Festival Bintan Trekking merupakan bagian dari agenda Pemerintah Kabupaten Bintan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).
Menurut Martin, saat sesi wawancara bersama sejumlah awak media, Kepala Disbudpar Kabupaten Bintan belum menyampaikan besaran anggaran yang dialokasikan untuk kegiatan tersebut.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Ketua Panitia Muhammad Ali, S.E., menjelaskan dirinya hanya bertugas sebagai ketua pelaksana dan tidak mengetahui rincian anggaran pemerintah.
Ia mengaku telah mengeluarkan dana pribadi sekitar Rp7 juta untuk membantu kelancaran kegiatan, mulai dari pembelian durian, pembuatan bubur durian, hingga kebutuhan operasional serta konsumsi panitia yang bekerja selama acara berlangsung.
Muhammad Ali juga menyampaikan bahwa sebelumnya terdapat informasi mengenai dukungan dari pihak travel untuk membantu biaya operasional panitia, namun ia tidak menjelaskan lebih lanjut realisasi bantuan tersebut.
Menanggapi hal itu, Martin menilai dedikasi panitia yang bekerja secara sukarela patut mendapat perhatian pemerintah daerah.
"Jangan sampai pemerintah hanya mengambil nama dan kemeriahan kegiatan, sementara beban tenaga, waktu, bahkan biaya masih ditanggung masyarakat. Ke depan harus ada evaluasi agar panitia tidak dirugikan," ujarnya.
Martin berharap Pemerintah Kabupaten Bintan melalui Disbudpar dapat memberikan penjelasan kepada publik mengenai skema pembiayaan kegiatan tersebut, sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Disbudpar Kabupaten Bintan belum memberikan keterangan rinci mengenai besaran anggaran yang dialokasikan untuk penyelenggaraan Festival Bintan Trekking dan Kenduri Durian 2026. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab apabila di kemudian hari terdapat penjelasan resmi dari pihak terkait.
---
(Redaksi).
Posting Komentar