📢 BREAKING NEWS Memuat berita terbaru...

Gerak Cepat BPBD Kabupaten Bekasi Salurkan Air Bersih untuk Warga Desa Karangsegar Terdampak Kemarau

Daftar Isi
"Respons cepat bukan sekadar menyalurkan air bersih, tetapi menghadirkan kepedulian dan memastikan masyarakat tetap memperoleh hak atas kebutuhan dasar di tengah musim kemarau." – Liputankeprinews.com

Kabupaten Bekasi | Liputankeprinews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Kampung Babakan Rengas, RT 002/RW 001, Desa Karangsegar, Kecamatan Pebayuran, Rabu (15/7/2026). Bantuan tersebut diberikan sebagai respons atas dampak musim kemarau yang mulai menyebabkan berkurangnya ketersediaan air bersih di wilayah tersebut.

Seiring menurunnya curah hujan, debit air sumur milik warga terus menyusut. Bahkan, sebagian sumur dilaporkan mulai mengering sehingga masyarakat mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari-hari.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, BPBD Kabupaten Bekasi menerjunkan armada mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih kepada warga yang membutuhkan. Sejak pagi, masyarakat tampak antre dengan tertib sambil membawa berbagai wadah penampungan guna memperoleh pasokan air bersih.

Salah seorang warga, Heri, menyampaikan apresiasi atas respons cepat BPBD Kabupaten Bekasi dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.

«"Kami mengucapkan terima kasih kepada BPBD Kabupaten Bekasi yang bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih. Bantuan ini sangat membantu karena air sumur kami sudah mulai sulit digunakan. Kehadiran pemerintah membuat masyarakat merasa diperhatikan," ujar Heri.»

Apresiasi serupa disampaikan Penjabat (Pj) Kepala Desa Karangsegar, Chandra Wirahadi Santika, S.Tr.IP. Menurutnya, penanganan kebutuhan air bersih dapat berjalan cepat berkat koordinasi yang baik antara Pemerintah Desa Karangsegar dan BPBD Kabupaten Bekasi.

«"Kami mengapresiasi respons cepat BPBD Kabupaten Bekasi yang langsung turun membantu warga. Sinergi seperti ini sangat dibutuhkan, terutama saat masyarakat menghadapi bencana kekeringan. Pemerintah desa akan terus berkoordinasi agar kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung," kata Chandra.»

Sementara itu, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bekasi, Ahmad Syarifudin, menilai penanganan dampak kekeringan memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, relawan, hingga masyarakat.

«"Forum Pengurangan Risiko Bencana Kecamatan Pebayuran selalu siap mendukung upaya pemerintah dalam mengurangi risiko bencana. Kekeringan merupakan salah satu bencana yang harus diantisipasi melalui mitigasi, edukasi, serta koordinasi yang baik antara BPBD, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat. Dengan kebersamaan, dampak bencana dapat diminimalkan," ujarnya.»

Ia menambahkan, FPRB Kecamatan Pebayuran akan terus berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun budaya sadar bencana sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana, seperti banjir, kekeringan, angin puting beliung, maupun bencana hidrometeorologi lainnya.

Respons cepat BPBD Kabupaten Bekasi dalam mendistribusikan bantuan air bersih menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kemanusiaan yang cepat, tepat, dan terkoordinasi. Sinergi antara BPBD, Pemerintah Desa Karangsegar, FPRB, serta masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi di tengah ancaman musim kemarau.

Masyarakat berharap distribusi air bersih dapat terus dilakukan selama musim kemarau masih berlangsung. Di sisi lain, penguatan upaya mitigasi dan pengurangan risiko bencana diharapkan mampu membangun masyarakat Kabupaten Bekasi yang lebih tangguh, siap, dan sigap menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.

---
(SW).

Posting Komentar

OFFICIAL PARTNER
🛒 Toko Goes_Virgo Lah
Mitra Pengadaan Produk & Jasa melalui Toko Ladang SIPLah.
Lihat Katalog