📢 BREAKING NEWS Memuat berita terbaru...

BPBD-DAMKAR Kabupaten Karimun Jadi Narasumber MPLS Paling Diminati, Wujud Nyata Membangun Generasi Tangguh Sejak Dini

Daftar Isi
"Mitigasi bencana yang paling efektif bukan dimulai ketika sirene berbunyi, melainkan ketika pengetahuan mulai ditanamkan. Edukasi kepada anak-anak adalah investasi jangka panjang untuk membangun Kabupaten Karimun yang lebih tangguh menuju Indonesia Emas 2045." — Dedi Sahori, S.E., M.Si., Kepala Pelaksana BPBD-DAMKAR Kabupaten Karimun.

Karimun | Liputankeprinews.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-DAMKAR) Kabupaten Karimun menjadi salah satu perangkat daerah yang memperoleh tingkat kepercayaan publik yang tinggi. Memasuki Tahun Ajaran 2026/2027, instansi tersebut menerima banyak surat permohonan dari berbagai satuan pendidikan yang menginginkan kehadiran jajaran BPBD-DAMKAR sebagai narasumber dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).(16/7/2026).

Tingginya antusiasme sekolah menunjukkan semakin kuatnya kesadaran bahwa pendidikan karakter, keselamatan, dan mitigasi bencana merupakan bagian penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan berdaya saing.

Kondisi ini juga sejalan dengan arahan Pemerintah Kabupaten Karimun yang menugaskan para kepala perangkat daerah untuk menjadi pembina upacara sekaligus menyampaikan materi strategis pada kegiatan MPLS. Materi tersebut meliputi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, etika bermedia sosial, penguatan disiplin, pelestarian budaya Melayu, hingga kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah.

Edukasi Kebencanaan Menjadi Kebutuhan Sekolah

Berbeda dengan beberapa tahun lalu, kini sekolah tidak lagi memandang BPBD hanya sebagai institusi yang bertugas saat terjadi bencana. BPBD telah berkembang menjadi mitra strategis dalam membangun budaya keselamatan, kesiapsiagaan, dan pengurangan risiko bencana di lingkungan pendidikan.

Banyak kepala sekolah menilai materi mengenai mitigasi bencana, pencegahan kebakaran, keselamatan lingkungan, hingga pembentukan karakter disiplin sangat relevan diberikan sejak dini. Sekolah dinilai sebagai ruang paling efektif untuk menanamkan pola pikir, perilaku, dan budaya hidup aman kepada peserta didik.

Permintaan terhadap BPBD-DAMKAR pun terus meningkat, tidak hanya pada momentum MPLS, tetapi juga dalam kegiatan sosialisasi, simulasi evakuasi, pelatihan kebencanaan, pendidikan lingkungan hidup, serta pembinaan kader siaga bencana di sekolah.

Edukasi Sejak Dini Merupakan Investasi Jangka Panjang

Kepala Pelaksana BPBD-DAMKAR Kabupaten Karimun, Dedi Sahori, S.E., M.Si, mengatakan meningkatnya permintaan dari berbagai sekolah merupakan amanah sekaligus bentuk kepercayaan masyarakat yang harus dijawab dengan pelayanan terbaik.

Menurutnya, BPBD-DAMKAR memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika bencana terjadi, tetapi jauh sebelumnya melalui edukasi yang berkelanjutan.

«"Mitigasi bencana yang paling efektif bukan dimulai ketika sirene berbunyi, melainkan ketika pengetahuan mulai ditanamkan. Anak-anak yang memahami keselamatan hari ini akan menjadi keluarga dan masyarakat yang tangguh pada masa yang akan datang," ujar Dedi Sahori.»

Ia menegaskan bahwa paradigma penanggulangan bencana telah mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya lebih berorientasi pada emergency response atau penanganan pascabencana, kini pemerintah mengedepankan konsep disaster risk reduction (pengurangan risiko bencana) melalui peningkatan kapasitas masyarakat, pendidikan, literasi kebencanaan, serta pembentukan budaya sadar risiko.

Sekolah Menjadi Titik Awal Masyarakat Tangguh

Menurut Dedi, sekolah merupakan ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai keselamatan kepada generasi muda. Melalui MPLS, peserta didik tidak hanya dikenalkan pada lingkungan sekolah, tetapi juga dibekali berbagai pengetahuan penting, antara lain:

- mengenali potensi bahaya di lingkungan sekitar;
- membiasakan pola hidup bersih dan sehat;
- pencegahan kebakaran sejak dini;
- prosedur penyelamatan diri saat keadaan darurat;
- menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah;
- membangun disiplin sebagai bagian dari budaya keselamatan;
- menumbuhkan kepedulian terhadap sesama;
- etika bermedia sosial yang bertanggung jawab; serta
- pembentukan karakter yang berintegritas.

Seluruh materi tersebut selaras dengan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang mendorong peserta didik membangun kedisiplinan, karakter, kesehatan, kepedulian sosial, dan semangat belajar sejak usia dini.

BPBD Hadir sebagai Lembaga Edukasi Publik

Dedi menjelaskan bahwa BPBD modern tidak lagi dipandang semata sebagai lembaga penanganan bencana. BPBD juga memiliki peran strategis dalam meningkatkan ketahanan masyarakat melalui edukasi publik, peningkatan kapasitas masyarakat, sosialisasi pengurangan risiko bencana, simulasi kesiapsiagaan, pembinaan relawan, pendidikan keselamatan lingkungan, penguatan budaya tanggap darurat, hingga pengembangan sekolah dan masyarakat tangguh bencana.

Karena itu, keterlibatan BPBD-DAMKAR dalam kegiatan MPLS merupakan bagian dari investasi jangka panjang pemerintah untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan hidup, kepedulian sosial, kemampuan mengambil keputusan dalam situasi darurat, serta budaya keselamatan yang kuat.

Mengintegrasikan Pendidikan Karakter dan Keselamatan

Dalam setiap kesempatan menjadi narasumber, BPBD-DAMKAR Kabupaten Karimun mengintegrasikan materi kebencanaan dengan pendidikan karakter.

Materi yang disampaikan mencakup budaya disiplin, kepedulian terhadap lingkungan, Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, pola hidup sehat, etika bermedia sosial, pentingnya menjaga kebersihan sekolah, pengenalan jalur evakuasi, hingga langkah-langkah pencegahan kebakaran dan berbagai potensi bencana lainnya.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, peduli terhadap lingkungan, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Komitmen Menuju Indonesia Emas 2045

Dedi Sahori menegaskan BPBD-DAMKAR Kabupaten Karimun akan terus membuka ruang kolaborasi dengan seluruh sekolah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dunia usaha, serta berbagai elemen masyarakat dalam membangun budaya sadar bencana.

Menurutnya, keberhasilan penanggulangan bencana tidak hanya diukur dari kecepatan penanganan saat terjadi bencana, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menurunkan tingkat risiko melalui pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

«"Kami siap memenuhi setiap undangan sebagai narasumber selama kapasitas dan jadwal memungkinkan. Edukasi kepada anak-anak sekolah merupakan investasi jangka panjang yang nilainya jauh lebih besar daripada sekadar penanganan setelah bencana terjadi. Ketika setiap anak memahami pentingnya keselamatan, disiplin, kepedulian terhadap lingkungan, dan kesiapsiagaan, maka sesungguhnya kita sedang membangun fondasi Kabupaten Karimun yang lebih tangguh, lebih aman, dan lebih berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045," tegasnya.»

Melalui komitmen tersebut, BPBD-DAMKAR Kabupaten Karimun semakin menegaskan perannya sebagai perangkat daerah yang adaptif, edukatif, kolaboratif, dan profesional. Tidak hanya hadir saat keadaan darurat, BPBD-DAMKAR juga menjadi motor penggerak pembangunan budaya mitigasi bencana dan pendidikan keselamatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Dengan pendekatan preventif yang berkelanjutan, BPBD-DAMKAR berharap mampu mewujudkan masyarakat Karimun yang memiliki kesadaran risiko tinggi, mampu melindungi diri dan lingkungannya, serta siap menghadapi berbagai potensi bencana secara mandiri dan bertanggung jawab.

---
(Redaksi).

Posting Komentar

OFFICIAL PARTNER
🛒 Toko Goes_Virgo Lah
Mitra Pengadaan Produk & Jasa melalui Toko Ladang SIPLah.
Lihat Katalog