Nasib 219 Mantan Pekerja PT Ciomas Japfa Food di Ujung Tanduk, Status Kerja Belum Jelas
Daftar Isi
Hingga saat ini, para pekerja belum memperoleh kepastian mengenai status mereka, apakah akan diberhentikan secara resmi atau berpeluang direkrut langsung oleh perusahaan.
Lampung Selatan | Liputankeprinews.com – Sebanyak 219 tenaga kerja yang sebelumnya bekerja melalui perusahaan vendor penyedia jasa tenaga kerja di lingkungan PT Ciomas Japfa Food kini menghadapi ketidakpastian. Kondisi ini terjadi setelah berakhirnya perjanjian kerja sama antara manajemen perusahaan dengan vendor penyalur tenaga kerja tersebut.(22/6/2026).
Hingga saat ini, para pekerja belum memperoleh kepastian mengenai status mereka, apakah akan diberhentikan secara resmi atau berpeluang direkrut langsung oleh perusahaan.
PT Ciomas Japfa Food merupakan unit usaha di bawah naungan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk melalui anak perusahaannya, PT Ciomas Adisatwa. Perusahaan ini bergerak di sektor agribisnis terintegrasi, khususnya industri perunggasan, dengan kegiatan usaha meliputi rumah potong ayam dan pengolahan hasil ternak menjadi berbagai produk olahan seperti sosis, nugget, dan bakso. Keberadaannya selama ini menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat di wilayah Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan.
Namun, situasi berubah setelah kontrak kerja sama dengan vendor berakhir. Para pekerja mengaku belum menerima penjelasan resmi terkait kelanjutan hubungan kerja mereka. Kondisi tersebut memunculkan kekecewaan, terutama setelah beredar informasi bahwa operasional perusahaan tetap berjalan normal dan diduga telah mempekerjakan tenaga kerja baru, sebagian di antaranya berasal dari luar daerah.
Seorang mantan pekerja yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan, aktivitas produksi di perusahaan masih berlangsung seperti biasa.
"Produksi masih berjalan normal. Tetapi yang kami lihat, banyak pekerja baru yang masuk dan sebagian berasal dari luar daerah. Kami yang sudah lama bekerja justru tidak diberi informasi apa pun. Kami ingin tahu alasannya, karena hal ini tentu membuat kami kecewa," ujarnya.
Ia juga mengaku mendengar informasi bahwa perusahaan membuka kesempatan kerja secara langsung tanpa melalui vendor dengan skema pekerja harian lepas. Namun, informasi tersebut tidak terlebih dahulu disampaikan kepada para pekerja lama yang selama ini telah memiliki pengalaman dan memahami sistem kerja di perusahaan.
"Kalau memang membutuhkan tenaga kerja, mengapa kami yang sudah berpengalaman tidak diprioritaskan? Sebagian besar warga di sini menggantungkan hidupnya pada perusahaan ini," tambahnya.
Menanggapi kondisi tersebut, perwakilan mantan pekerja, Amirudin, menyampaikan bahwa dirinya bersama 219 mantan pekerja lainnya berencana mendatangi kantor perusahaan pada Senin (22/6/2026) guna meminta penjelasan langsung dari pihak manajemen.
"Ada dua hal yang akan kami sampaikan. Pertama, kami meminta transparansi terkait alasan berakhirnya hubungan kerja kami. Kedua, apabila benar perusahaan membuka rekrutmen secara langsung tanpa vendor, kami tidak mempermasalahkan, termasuk apabila menggunakan sistem harian lepas. Yang kami harapkan hanyalah kesempatan yang sama dan prioritas bagi 219 mantan pekerja ini untuk dapat kembali bekerja," tegas Amirudin yang ditunjuk sebagai koordinator lapangan.
Menurutnya, keberadaan perusahaan di suatu daerah semestinya mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
"Jangan sampai masyarakat hanya merasakan dampak lingkungan, seperti aroma tidak sedap dari limbah, tetapi tidak memperoleh manfaat ekonomi. Jika alasannya efisiensi, kami sulit memahaminya karena operasional perusahaan tetap berjalan dan bahkan muncul informasi adanya perekrutan tenaga kerja baru. Kami tidak mempermasalahkan sistem kerja yang diterapkan perusahaan, asalkan kami juga diberi kesempatan yang sama untuk bekerja kembali," ujarnya.
Amirudin juga mengundang awak media untuk hadir dan memantau pertemuan tersebut, sekaligus mendengarkan penjelasan resmi dari manajemen PT Ciomas Japfa Food terkait nasib 219 mantan pekerja yang hingga kini masih menunggu kepastian.
---
(S. Yanto).
Catatan Redaksi: Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PT Ciomas Japfa Food belum memberikan keterangan resmi. Liputankeprinews.com akan terus mengupayakan konfirmasi guna menghadirkan informasi yang berimbang sesuai prinsip jurnalisme yang profesional.
Posting Komentar