Aktivis Mahasiswa Sandiang Kaya Ndapa Namung Soroti Dugaan Kekerasan Seksual di Unkriswina Sumba Timur

Table of Contents

Waingapu, Sumba Timur | Liputankeprinews.com — Aktivis mahasiswa dan penggiat sosial, Sandiang Kaya Ndapa Namung, mengecam keras dugaan tindak kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh oknum dosen terhadap seorang mahasiswa di lingkungan Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina) Sumba Timur.(27/5/2026).

Menurut Sandiang, dugaan kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus tidak dapat dianggap sebagai persoalan biasa karena menyangkut rasa aman, martabat, serta masa depan mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Ia meminta pihak kampus segera mengambil langkah tegas, transparan, dan berpihak kepada korban.

“Kampus seharusnya menjadi ruang yang aman untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensi diri, bukan justru menjadi tempat yang menimbulkan rasa takut bagi mahasiswa. Dugaan kekerasan seksual ini harus ditangani secara serius, objektif, dan tanpa ada upaya menutupi fakta,” tegas Sandiang saat dimintai tanggapan, Rabu (27/5/2026).

Ia juga mendorong pihak universitas untuk memberikan pendampingan psikologis serta perlindungan kepada korban, sekaligus memastikan proses penanganan berjalan sesuai ketentuan hukum dan kode etik akademik yang berlaku.

Selain itu, Sandiang meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas perkara tersebut apabila ditemukan unsur pidana, sehingga tidak menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap institusi pendidikan tinggi.

“Kami mengecam segala bentuk kekerasan seksual, terlebih jika terjadi di lingkungan akademik. Tidak boleh ada intimidasi terhadap korban maupun pihak-pihak yang berani menyampaikan kebenaran,” lanjutnya.

Ia berharap kasus ini menjadi perhatian bersama agar seluruh kampus, khususnya di Nusa Tenggara Timur, semakin memperkuat sistem perlindungan terhadap mahasiswa serta menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bermartabat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Universitas Kristen Wira Wacana (Unkriswina) Sumba Timur belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kasus tersebut.

---
(Kontributor Media).

Posting Komentar