Pelayanan Roro Penarik–Jagoh Disorot, Pihak Kapal Beri Klarifikasi

Table of Contents

Lingga, Kepri | Liputankeprinews.com – Pelayanan penyeberangan Roro rute Penarik–Jagoh yang sebelumnya menjadi sorotan publik terkait penanganan penumpang sakit, kini mendapat tanggapan dari pihak kapal, Minggu (5/4/2026).

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang penumpang yang baru menjalani operasi kaki di Rumah Sakit Encik Maryam disebut harus mengantre di tengah cuaca panas saat hendak menyeberang dari Pelabuhan Penarik menuju Jagoh. Kondisi tersebut memicu keprihatinan sejumlah penumpang lain yang berharap adanya prioritas pelayanan.

Bahkan, sempat terdengar seruan dari penumpang di lokasi:
“Tolong cepat, ada orang sakit!”
Namun, pada saat itu, penumpang yang bersangkutan disebut belum mendapatkan prioritas sebagaimana diharapkan.

Pihak Kapal: Tidak Mengetahui Ada Penumpang Sakit

Menanggapi hal tersebut, salah satu awak kapal berinisial AZ menyampaikan klarifikasi. Ia menyebutkan bahwa pada saat kejadian, pihaknya tidak mengetahui adanya penumpang yang dalam kondisi pasca operasi.

“Pada saat kejadian, kondisi pelabuhan sangat padat sehingga petugas fokus mengatur kendaraan. Kami tidak mengetahui bahwa ada pasien yang baru selesai menjalani pembedahan. Jika kami tahu, tentu akan kami utamakan,” ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Menurutnya, padatnya antrean di pelabuhan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi situasi di lapangan, sehingga komunikasi terkait kondisi khusus penumpang tidak tersampaikan secara optimal.

Evaluasi dan Pentingnya Koordinasi

Pihak kapal mengakui bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi bersama, khususnya dalam hal koordinasi antara petugas pelabuhan dan awak kapal.
Ke depan, diharapkan adanya peningkatan komunikasi dan kepekaan petugas agar penumpang dengan kondisi darurat atau membutuhkan perhatian khusus dapat segera ditangani secara tepat.

Rangkaian Klarifikasi, Publik Menilai

Dengan adanya klarifikasi dari pihak kapal, sebelumnya dari Dinas Perhubungan, serta keterangan dari petugas lapangan, kini muncul beberapa versi terkait kejadian tersebut.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena menyangkut standar pelayanan transportasi publik dan aspek kemanusiaan, terutama bagi penumpang dalam kondisi kesehatan tertentu.

Liputankeprinews.com akan terus mengawal perkembangan informasi dan menghadirkan pemberitaan yang berimbang serta berbasis fakta di lapangan.

---
(Kamarudin).

Posting Komentar