Kadishub Lingga Minta Maaf, Akui Kelalaian Jika Terbukti: Pelayanan Roro Penarik–Jagoh Dievaluasi

Table of Contents

Lingga, Kepri | Liputankeprinews.com – Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, Hendry Efrizal, akhirnya buka suara terkait dugaan pengabaian terhadap penumpang sakit pada penyeberangan Roro rute Penarik–Jagoh, Minggu (5/4/2026).

Dalam keterangannya kepada media, Kadishub menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya kepada pihak keluarga penumpang yang disebut dalam kondisi pasca operasi.

“Jika ini memang terjadi, saya sebagai Kadishub Lingga juga kecewa. Seharusnya tidak melalui antrean jika ada yang urgent, khususnya pasien,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pihaknya telah memberikan arahan kepada petugas di lapangan agar selalu memprioritaskan penumpang dalam kondisi darurat, baik di pelabuhan Roro maupun penyeberangan kapal feri.

Namun demikian, Kadishub juga menjelaskan bahwa kewenangan Dinas Perhubungan terbatas pada area pelabuhan, sementara fasilitas dan pelayanan di atas kapal merupakan tanggung jawab pihak operator kapal,
“Jika sudah di atas kapal, itu menjadi tanggung jawab ABK atau pihak kapal,” jelasnya.

Dishub Akui Akan Telusuri dan Evaluasi

Kadishub mengungkapkan bahwa informasi terkait kejadian tersebut baru diterimanya pada malam hari setelah pemberitaan muncul. Ia memastikan akan segera melakukan penelusuran internal.

“Malam ini juga saya komunikasikan kepada anggota di lapangan. Akan saya tindaklanjuti melalui Kabid dan Kasi Bidang Darat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa jika kejadian tersebut benar terjadi, maka hal itu merupakan bentuk kelalaian dalam pelayanan yang tidak seharusnya terjadi,
“Ini adalah kelalaian dalam pelayanan menurut saya. Akan saya lakukan evaluasi kinerja bagi anggota di lapangan,” tambahnya.

Versi Petugas: Penumpang Sudah Diarahkan ke Ruang Tunggu

Di sisi lain, berdasarkan keterangan dari koordinator lapangan (korlap) Pelabuhan Roro Penarik yang disampaikan kepada Kadishub, disebutkan bahwa penumpang yang bersangkutan sebenarnya telah diarahkan untuk beristirahat di ruang tunggu.

Namun, menurut versi petugas, penumpang tersebut memilih tetap ikut mengantre di pintu masuk.

“Penumpang sudah kami arahkan untuk duduk di ruang tunggu, tapi memilih ikut antre di pagar,” demikian pernyataan korlap.

Petugas juga menyebutkan bahwa saat itu kapal Roro belum tiba, sehingga penumpang diminta menunggu di area yang lebih nyaman.

Dua Versi, Publik Menunggu Fakta Lapangan

Dengan adanya perbedaan keterangan antara saksi di lapangan dan pihak petugas, publik kini menunggu hasil penelusuran resmi dari Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius karena menyangkut standar pelayanan publik dan aspek kemanusiaan, terutama bagi penumpang dengan kondisi kesehatan khusus.

Liputankeprinews.com akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan menyajikan informasi berimbang kepada publik.

---
(AS/Redaksi).

Posting Komentar