Warga Binaan Rutan Ambon Ciptakan Produk Bernilai Jual Tinggi dari Besi Bekas
Table of Contents
Ambon, Maluku | Liputankeprinews.com – Warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon kembali menunjukkan kreativitas dan keterampilan melalui program pembinaan kemandirian dengan menghasilkan berbagai produk berkualitas yang memiliki nilai jual tinggi.
Program pembinaan tersebut menjadi bagian dari upaya rehabilitasi bagi warga binaan agar memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Pelaksana Tugas Kepala Rutan Kelas IIA Ambon, Jefry Persulessy, secara rutin turun langsung memantau kegiatan pembinaan yang berlangsung di area pelatihan keterampilan. Kehadiran pimpinan di lokasi dinilai memberikan motivasi tambahan bagi warga binaan untuk lebih serius dan kreatif dalam menghasilkan karya.
“Melalui pembinaan ini, warga binaan tidak hanya belajar keterampilan teknis, tetapi juga mendapatkan pemahaman tentang pengelolaan bahan, desain, hingga pengembangan kreativitas,” ujar Jefry Persulessy kepada wartawan, Senin (16/3/2026).
Dalam program pembinaan tersebut, warga binaan dilatih memanfaatkan bahan-bahan bekas menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Salah satu fokus kegiatan kali ini adalah pembuatan kursi, meja makan, serta pot bunga dari besi bekas.
Proses produksi dilakukan secara bertahap, mulai dari perencanaan desain, pemotongan dan pembentukan besi, proses pengelasan, hingga tahap finishing dan pengecatan. Hasilnya, berbagai produk yang dihasilkan tidak hanya kokoh secara konstruksi, tetapi juga memiliki nilai estetika yang menarik.
“Produk seperti kursi, meja, dan pot bunga yang dihasilkan menunjukkan kemampuan warga binaan untuk menciptakan barang berkualitas dengan nilai jual yang tinggi. Ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan kemandirian berjalan dengan baik,” jelasnya.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, program ini juga memiliki dampak sosial yang positif bagi warga binaan. Kegiatan produktif tersebut membantu mereka membangun disiplin, kemandirian, serta pola kerja yang lebih terarah.
Menurut Jefry, produk yang dihasilkan juga berpotensi dipasarkan sehingga warga binaan dapat belajar mengenai nilai ekonomi, manajemen produk, serta tanggung jawab dalam menghasilkan karya yang bermanfaat.
“Melalui kegiatan ini mereka juga belajar tentang nilai ekonomi sebuah produk serta tanggung jawab dalam proses produksi,” katanya.
Hasil karya warga binaan tersebut rencananya akan diperkenalkan kepada masyarakat dalam rangkaian kegiatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, termasuk melalui pameran dan kegiatan IPPA Fest.
Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi Rutan Ambon untuk menampilkan kreativitas warga binaan sekaligus memperkenalkan program pembinaan yang dijalankan kepada masyarakat luas.
“Produk-produk seperti kursi, meja makan, dan pot bunga dari besi bekas akan menjadi salah satu fokus utama dalam pameran. Kami optimistis karya ini akan menarik perhatian pengunjung karena kualitas serta nilai estetikanya,” ungkapnya.
Jefry menegaskan, pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan yang bertujuan menyiapkan warga binaan agar memiliki bekal keterampilan saat kembali ke masyarakat.
“Kami berharap program ini tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga membangun karakter warga binaan. Dengan keterampilan yang mereka miliki, mereka akan lebih siap menghadapi kehidupan setelah masa pidana selesai dan mampu berkontribusi positif bagi lingkungan,” tutupnya.
Dengan dukungan penuh dari jajaran pimpinan dan tim pembinaan, Rutan Ambon berkomitmen untuk terus mengembangkan program kemandirian yang tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis warga binaan, tetapi juga menumbuhkan kreativitas, disiplin, serta rasa percaya diri melalui karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.
---
(OR/Mitra Redaksi).
Posting Komentar