Ruko-Kelenteng Terbakar di Tanjungbalai Karimun, Ibu dan Dua Balita Tewas Terjebak Asap

Daftar Isi
Kepala BPBD-DAMKAR Kabupaten Karimun, Dedi Sahori, SE, M.Si, Saat Turun ke TKP

Karimun,Kepri | Liputankeprinews.com – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah toko (ruko) dua pintu yang juga difungsikan sebagai kelenteng di Jalan Pertambangan, RT 01/RW 04, Kelurahan Tanjungbalai, Kabupaten Karimun, Senin (2/3/2026) dini hari. Insiden tragis tersebut mengakibatkan seorang ibu dan dua anaknya yang masih balita meninggal dunia akibat terjebak di dalam bangunan yang dipenuhi asap tebal.

Kronologi Kejadian

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 05.15 WIB. Saat sebagian besar warga masih beristirahat, asap tebal tiba-tiba terlihat membumbung dari dalam ruko yang berada tidak jauh dari kawasan Café Newton Kapling, tepatnya di seberang Golden Million, area yang dikenal sebagai jalur padat penduduk.

Warga yang menyadari adanya kebakaran segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran. Dalam waktu singkat, api membesar dan melahap sebagian besar bangunan.

Respons Cepat BPBD-DAMKAR
Tim BPBD-DAMKAR Kabupaten Karimun langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan. Meski sempat mengalami kendala teknis berupa pecah ban pada salah satu unit mobil pemadam dalam perjalanan, petugas tetap berupaya maksimal untuk segera tiba di lokasi dan melakukan pemadaman.

Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), petugas langsung melakukan upaya pemadaman dan pencarian korban. 
Tebalnya asap serta suhu tinggi di dalam bangunan membuat proses evakuasi berlangsung dramatis dan penuh risiko. Petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap serta tabung oksigen untuk memasuki bangunan dan memastikan tidak ada korban lain yang terjebak.

Sekitar pukul 07.00 WIB, dua korban balita ditemukan terlebih dahulu dalam kondisi tidak bernyawa. Tak lama berselang, korban dewasa juga berhasil dievakuasi. Ketiga korban kemudian dibawa ke RSUD Muhammad Sani, namun dinyatakan meninggal dunia.

Pernyataan Resmi Kepala BPBD-DAMKAR

Kepala BPBD-DAMKAR Kabupaten Karimun, Dedi Sahori, SE, M.Si, membenarkan kejadian tersebut.

Lokasi ini merupakan ruko tempat tinggal yang juga difungsikan sebagai kelenteng untuk ibadah umat Buddha. Dalam kejadian ini terdapat tiga korban jiwa, yakni seorang ibu dan dua anaknya yang masih balita,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang terjadi.

Tragedi ini bukan sekadar musibah, tetapi menjadi luka kolektif bagi kita semua. Ini adalah pengingat bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama yang tidak boleh diabaikan,” tambahnya.

TIM Evakuasi Jenazah Korban 

Sinergi Lintas Instansi

Dalam proses penanganan, Satlantas Polres Karimun turut melakukan rekayasa arus lalu lintas guna mengurai kemacetan dan memastikan akses armada pemadam, ambulans, serta kendaraan operasional lainnya tetap lancar. Mengingat Jalan Pertambangan merupakan kawasan padat dan akses utama masyarakat, pengaturan lalu lintas menjadi faktor krusial dalam mendukung kelancaran operasi pemadaman dan evakuasi.

Evaluasi dan Imbauan Keselamatan

Peristiwa ini menjadi refleksi penting mengenai standar keselamatan bangunan, khususnya yang memiliki fungsi ganda sebagai tempat tinggal sekaligus tempat ibadah. Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh faktor kelistrikan, meski penyebab pasti masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang.

BPBD-DAMKAR Kabupaten Karimun mengimbau masyarakat untuk melakukan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala oleh teknisi kompeten, menghindari penggunaan sambungan listrik bertumpuk, serta menggunakan peralatan berstandar nasional. Selain itu, masyarakat juga disarankan melengkapi bangunan dengan alat pemadam api ringan (APAR), detektor asap, dan jalur evakuasi yang mudah diakses.

“Jangan menunggu musibah datang untuk bertindak. Satu langkah kecil dalam memastikan keamanan hari ini dapat menyelamatkan banyak nyawa di kemudian hari,” tegas Dedi.

Penutup

Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Karimun. Pemerintah daerah bersama aparat terkait berkomitmen meningkatkan edukasi dan sosialisasi pencegahan kebakaran guna meminimalisir risiko kejadian serupa di masa mendatang.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kewaspadaan dan pencegahan adalah benteng utama dalam melindungi keluarga serta lingkungan dari ancaman kebakaran.

---
(Samsul).

Posting Komentar