Rakor Inflasi Dipimpin Mendagri dari Dompak, Inflasi Kepri Terkendali dan Pertumbuhan Ekonomi Tembus 7,89 Persen.

Table of Contents

Tanjungpinang | Liputankeprinews.com - Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad bersama Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI Amalia Adininggar Widyasanti mendampingi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tito Karnavian memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah dari Aula Wan Seri Beni, Dompak, Tanjungpinang, Senin (9/3/2026).

Rakor tersebut juga dirangkaikan dengan pembahasan kesiapsiagaan pemerintah daerah menghadapi Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah serta evaluasi dukungan pemerintah daerah terhadap kebijakan penyediaan 3 juta rumah.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan bahwa inflasi nasional secara year on year (yoy) per Februari 2026 tercatat sebesar 4,76 persen. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan periode Desember–Januari yang berada di kisaran 3,55 persen.

Pemerintah pusat sendiri menargetkan inflasi nasional berada pada kisaran 2,5 persen ±1 persen. Dengan demikian, inflasi saat ini berada sedikit di atas target.

“Secara teoritis angka 3,5 persen masih tergolong ringan, namun dampaknya sudah mulai dirasakan oleh masyarakat terutama pada kelompok desil 1 hingga 4,” ujar Tito.

Ia menjelaskan bahwa penyumbang utama inflasi secara yoy berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencapai 16,66 persen, termasuk di dalamnya kenaikan harga emas yang turut dipengaruhi situasi global seperti konflik internasional.

Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga memberi kontribusi inflasi sebesar 16,19 persen, yang dipengaruhi oleh faktor subsidi energi pada Januari–Februari tahun sebelumnya.

Meski demikian, Tito menilai kondisi inflasi di Provinsi Kepulauan Riau masih terkendali dengan sangat baik. Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kepri tercatat sebesar 0,7 persen.

“Inflasi Kepri berada di angka 3,54 persen, ini cukup baik dan masih terkendali” jelas Tito.

Menurutnya, komoditas yang memberi andil inflasi di Kepri antara lain emas perhiasan dengan kontribusi sekitar 0,15 persen serta angkutan udara.

Di sisi lain, kinerja ekonomi Kepulauan Riau juga menunjukkan tren positif. Tito menyebutkan pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 5,39 persen, sementara Kepulauan Riau mampu mencapai 7,89 persen atau jauh di atas rata-rata nasional.

“Hampir seluruh kabupaten dan kota di Kepri mencatat pertumbuhan ekonomi di atas angka nasional,” tambahnya.

Sementara itu, realisasi pendapatan daerah Provinsi Kepulauan Riau hingga 6 Maret 2026 tercatat cukup baik yakni sebesar 16,97 persen. Namun realisasi belanja daerah baru mencapai 4,45 persen sehingga perlu didorong agar lebih optimal.

Dalam kesempatan tersebut, Mendagri juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah.

Diperkirakan arus mudik mulai terjadi pada 16 Maret 2026 seiring kebijakan Work From Anywhere (WFA), sementara arus balik diprediksi berlangsung pada 27 Maret 2026.

“Menjelang hari raya, banyak persoalan yang harus diantisipasi secara bersama oleh kepala daerah, mulai dari stabilitas harga barang, kesiapan infrastruktur, pengaturan arus mudik dan balik, hingga pengamanan pelaksanaan ibadah. Semua perlu disinergikan bersama Forkopimda,” tegas Tito.

Sementara itu, Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau menunjukkan tren yang sangat positif sejak kuartal II 2025 hingga kuartal IV 2025.

Menurutnya, seluruh kabupaten dan kota di Kepri mencatatkan pertumbuhan ekonomi positif, bahkan sebagian besar berada di atas rata-rata nasional.

“Selamat kepada Pak Gubernur atas kinerja pertumbuhan ekonomi di Kepulauan Riau. Tercatat lima kabupaten/kota di Kepri tumbuh di atas rata-rata nasional,” ujar Amalia.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentin

---
(Aman).

Posting Komentar