Aktivis Mahasiswa Sandiang Kaya Ndapa Namung Kecam Keras Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Table of Contents
Kupang, NTT | Liputankeprinews.com – Aktivis pemuda mahasiswa sekaligus penggiat sosial, Sandiang Kaya Ndapa Namung, mengecam keras aksi penyiraman air keras yang dialami Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Sandiang yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Penalaran dan Keilmuan Ikatan Pelajar Mahasiswa Asal Sumba Timur Kupang menilai tindakan tersebut merupakan bentuk kekerasan serius sekaligus intimidasi terhadap para aktivis hak asasi manusia yang selama ini konsisten memperjuangkan keadilan dan membela korban pelanggaran HAM.
“Peristiwa ini adalah tindakan keji yang tidak bisa ditoleransi. Penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus merupakan bentuk teror terhadap para aktivis yang selama ini memperjuangkan keadilan dan hak-hak korban pelanggaran HAM,” tegas Sandiang kepada media di Kupang, Minggu (15/3/2026).
Menurutnya, tindakan kekerasan tersebut tidak hanya menimbulkan luka fisik bagi korban, tetapi juga berpotensi menciptakan rasa takut di kalangan aktivis dan masyarakat sipil yang aktif menyuarakan kritik terhadap berbagai bentuk ketidakadilan.
Ia menilai insiden tersebut dapat menjadi ancaman serius terhadap ruang demokrasi serta kebebasan berekspresi di Indonesia apabila tidak ditangani secara tegas oleh aparat penegak hukum,
“Negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan keselamatan setiap warga negara, termasuk para aktivis yang bekerja untuk kepentingan publik,” ujarnya.
Sandiang juga mendesak aparat kepolisian agar segera mengusut tuntas kasus tersebut secara transparan dan profesional, termasuk mengungkap pelaku serta motif di balik aksi penyiraman air keras tersebut.
“Polisi harus bergerak cepat mengungkap pelaku dan motifnya. Jangan sampai kasus kekerasan terhadap aktivis kembali dibiarkan tanpa kejelasan hukum,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kalangan pemuda dan mahasiswa, untuk tetap menjaga solidaritas serta mengawal proses penegakan hukum agar kasus tersebut tidak berhenti di tengah jalan.
Menurutnya, kekerasan terhadap aktivis tidak boleh dijadikan alat untuk membungkam kritik ataupun perjuangan terhadap ketidakadilan.
“Demokrasi harus dijaga bersama. Kekerasan tidak boleh menjadi cara untuk membungkam suara kebenaran,” tutupnya.
---
(ND/Kontributor Media).
Posting Komentar