Silaturahmi Internal Pemprov Kepri: Momentum Refleksi atau Rutinitas Tahunan

Table of Contents

Tanjungpinang | Liputankeprinews.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menggelar kegiatan Buka Puasa Bersama Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau dalam rangka Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Senin (24/2/2026), di Gedung Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ansar Ahmad bersama Nyanyang Haris Pratamura. Turut hadir Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kepulauan Riau, Drs. Muhamad Iksan, M.Si, didampingi Sekretaris, serta jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemprov Kepri.

Santunan dan Hibah Keagamaan
Rangkaian acara diawali dengan penyerahan santunan kepada anak-anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial di bulan suci Ramadhan. Pemerintah Provinsi Kepri juga menyerahkan bantuan hibah masing-masing sebesar Rp40 juta kepada Masjid Al-Jannatun Na’im di Kelurahan Kamboja dan Masjid Nurul Huda di Bukit Bestari.

Menjelang waktu berbuka, kegiatan diisi tausiyah dan doa oleh Ustadz Dedi Sanjaya, kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan Sholat Magrib berjamaah dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan.

Hadir pula Ketua TP-PKK Provinsi Kepri Hj. Dewi Kumalasari Ansar, Ketua BKOW Kepri Nenny Dwiyana Nyanyang, mantan Gubernur Kepri periode 2016–2019 Nurdin Basirun, unsur FKPD Kepri, pimpinan instansi vertikal, pimpinan organisasi, serta tokoh masyarakat.

Pesan Soliditas dan Refleksi Ramadhan
Dalam sambutannya, Gubernur Ansar menegaskan bahwa kegiatan buka puasa bersama secara internal ini menjadi momentum memperkuat soliditas dan sinergi antarperangkat daerah.

“Melalui buka puasa bersama ini, kita ingin mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan di antara seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. Kekompakan dan soliditas adalah kunci dalam menjalankan amanah pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya menjadikan Ramadhan sebagai sarana refleksi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pengabdian kepada masyarakat.

“Ramadhan mengajarkan kita tentang keikhlasan, kedisiplinan dan kepedulian. Nilai-nilai ini harus kita implementasikan dalam pelayanan publik agar kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.

Di Balik Seremonial, Publik Menanti Implementasi
Secara normatif, kegiatan ini menjadi bagian dari agenda tahunan pemerintah daerah dalam membangun kebersamaan internal. Namun, di tengah dinamika sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat, publik juga berharap momentum Ramadhan tidak berhenti pada seremoni semata.

Masyarakat Kepulauan Riau masih membutuhkan sentuhan nyata dari berbagai aspek kehidupan—mulai dari stabilitas harga kebutuhan pokok, penguatan ekonomi masyarakat kecil, pembukaan lapangan kerja, hingga peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan.

Bantuan santunan dan hibah keagamaan tentu menjadi langkah positif. Namun, konsistensi kebijakan, keberpihakan anggaran, serta percepatan program yang menyentuh langsung kebutuhan rakyat tetap menjadi ukuran utama keberhasilan pemerintahan daerah.

Buka puasa bersama 24 Februari 2026 ini menjadi pengingat bahwa soliditas birokrasi harus berbanding lurus dengan dampak nyata di lapangan. Spirit Ramadhan sejatinya bukan hanya mempererat internal pemerintahan, tetapi juga memperkuat komitmen menghadirkan kebijakan yang adil, responsif, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas.

Liputankeprinews.com akan terus memantau sejauh mana pesan refleksi dan kebersamaan yang digaungkan dalam forum-forum seremonial dapat diterjemahkan menjadi kerja konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat Kepulauan Riau.

---
(Aman/Redaksi).

Posting Komentar