Petani Desa Labansari Alami Gagal Panen Akibat Banjir, Berharap Ada Perhatian Pemerintah

Table of Contents
Bekasi I Liputankeprinews.com – Warga 
Kampung Babakan dan Kampung Jatijaya, Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan kondisi pertanian mereka setelah mengalami banjir hingga tiga kali berturut-turut yang mengakibatkan gagal panen padi.

Wilayah yang berada di ujung timur Desa Labansari tersebut mayoritas penduduknya menggantungkan hidup dari sektor pertanian padi. Namun banjir yang merendam area persawahan terjadi saat tanaman padi memasuki masa panen, sehingga menyebabkan kerusakan parah.

“Sudah tiga kali sawah kami terendam banjir. Padi yang sudah menguning dan tinggal seminggu lagi panen roboh dan rusak, akhirnya gagal panen. Kami berharap ada perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi, khususnya Dinas Pertanian, untuk turun langsung ke lokasi,” ujar Minta (60), salah satu petani setempat.

Para petani mengaku mengalami kerugian besar karena biaya pengelolaan sawah dari masa tanam hingga panen cukup tinggi. Untuk satu hektare lahan, biaya yang dikeluarkan bisa mencapai hampir Rp.20 juta.

Kondisi ini semakin memberatkan petani yang mengelola sawah sewaan. Biasanya hasil panen digunakan untuk menutup biaya sewa lahan, namun akibat gagal panen, mereka mengalami kerugian total.

“Petani yang menyewa lahan sangat terpukul karena hasil panen yang diharapkan untuk membayar sewa kini tidak ada sama sekali,” tambahnya.

Para petani Desa Labansari berharap adanya bantuan nyata dan langkah penanganan dari Pemerintah Kabupaten Bekasi maupun Pemerintah Pusat, baik berupa bantuan pascabencana, pendampingan pertanian, maupun solusi jangka panjang untuk mencegah banjir berulang.

---
(SW).

Posting Komentar