MV Lintas Kepri, Jejak Kemanusiaan yang Berlayar di Laut Lingga
Table of Contents
Lingga | Liputankeprinews.com - Di tengah luasnya bentangan laut Kabupaten Lingga yang menjadi jalur utama kehidupan masyarakat pesisir, hadir sebuah kapal yang lebih dari sekadar alat transportasi laut. Kapal tersebut bernama MV Lintas Kepri, yang oleh masyarakat Lingga telah menjelma sebagai simbol harapan, jembatan kemanusiaan, sekaligus penyambung napas kehidupan bagi warga yang membutuhkan pertolongan, khususnya dalam kondisi darurat medis.
Bagi sebagian besar masyarakat Kabupaten Lingga, MV Lintas Kepri bukan hanya kapal penyeberangan antarwilayah. Ia menjadi sarana penting yang menghubungkan warga dengan layanan kesehatan di luar daerah, terutama rujukan medis ke Kota Batam, ketika fasilitas kesehatan setempat tidak memadai.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Fauzan, C.ILJ., tokoh pers muda Kepulauan Riau sekaligus Ketua DPD Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Provinsi Kepulauan Riau, yang menilai keberadaan MV Lintas Kepri telah menjadi nadi penting dalam kehidupan sosial dan kemanusiaan masyarakat Lingga.
“MV Lintas Kepri adalah bagian dari nadi kehidupan masyarakat Kabupaten Lingga. Ia bukan hanya menembus ombak, tetapi juga menjadi penyelamat nyawa dan penyambung asa kehidupan,” ujar Fauzan kepada Liputankeprinews.com, Kamis (5/2/2026).
Menurut Fauzan, kondisi geografis Kabupaten Lingga yang didominasi wilayah kepulauan membuat akses layanan kesehatan lanjutan menjadi tantangan serius. Dalam banyak kasus, masyarakat yang membutuhkan perawatan intensif harus dirujuk ke luar daerah. Pada situasi inilah, MV Lintas Kepri kerap hadir dengan pendekatan kemanusiaan yang luar biasa.
“Sudah tak terhitung jumlah masyarakat Lingga yang dirujuk ke Batam dalam kondisi sakit dan digratiskan oleh MV Lintas Kepri. Ini bukti nyata bahwa nilai kemanusiaan masih hidup dan dijalankan secara nyata oleh pihak kapal,” tegasnya.
Ia menilai, kehadiran MV Lintas Kepri kerap menjadi jawaban di saat masyarakat berada pada kondisi genting. Ketika keluarga diliputi kecemasan karena anggota keluarganya sakit dan membutuhkan penanganan cepat, kapal ini hadir bukan hanya sebagai alat angkut, tetapi juga membawa rasa aman dan harapan.
“MV Lintas Kepri adalah penawar dan penyelamat bagi masyarakat Kabupaten Lingga yang sedang sakit dan harus dirujuk. Bahkan bisa disebut sebagai solusi terbaik dan gratis bagi warga kurang mampu untuk mendapatkan pengobatan di luar daerah,” lanjut Fauzan.
Tak hanya dari sisi pelayanan rujukan medis, Fauzan juga menyoroti karakter para kru MV Lintas Kepri yang dinilainya ramah, santun, dan penuh empati terhadap penumpang. Sikap tersebut, menurutnya, bukan sekadar tuntutan prosedur kerja, melainkan lahir dari ketulusan hati.
“Pelayanan kru MV Lintas Kepri sangat ramah dan sopan serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Saya sendiri pernah secara sosial menitipkan pasien di kapal ini, dan keluarga pasien menyampaikan bahwa kru kapal sangat baik dan membantu,” ungkapnya.
Fauzan menegaskan, MV Lintas Kepri bukan kapal yang mencari popularitas atau pencitraan. Namun tindakan nyata yang dilakukan secara konsisten selama ini telah berbicara dengan sendirinya di tengah masyarakat.
“MV Lintas Kepri tidak mencari tenar. Ketulusan mereka justru membuat cerita ini terbuka ke publik, karena fakta di lapangan yang berbicara,” katanya.
Dalam pandangan Fauzan, MV Lintas Kepri kini telah menjadi bagian dari perjalanan hidup masyarakat Kabupaten Lingga. Sebuah kapal yang tidak hanya membelah laut, tetapi juga membelah kesulitan, keterbatasan, dan ketidakberdayaan masyarakat, serta mengantar mereka menuju kesempatan hidup yang lebih baik.
“Biarlah MV Lintas Kepri terus membelah laut Kabupaten Lingga dengan ketulusan. Ia telah menyatu dengan masyarakat melalui kenyamanan pelayanan dan hati yang tulus untuk rakyat,” ujarnya.
Ia pun berharap agar MV Lintas Kepri dapat terus beroperasi dan tidak berhenti melayani masyarakat Lingga. Menurutnya, jika kapal tersebut berhenti berlayar, maka bukan hanya jadwal pelayaran yang terhenti, tetapi juga sebagian denyut kehidupan masyarakat akan terguncang.
“MV Lintas Kepri tidak boleh berhenti berlayar di Kabupaten Lingga. Biarlah ia menjadi legenda penyelamat kemanusiaan. Sejarah akan mencatat bahwa kebaikan pasti akan selalu dikenang, dan masyarakat Lingga akan selalu bersama MV Lintas Kepri,” tutup Fauzan, C.ILJ.
Hari ini, MV Lintas Kepri bukan lagi sekadar kapal penyeberangan. Ia adalah jejak kemanusiaan yang terus berlayar di atas laut Lingga. Selama kapal ini tetap mengarungi ombak, harapan masyarakat Kabupaten Lingga akan terus menyala.
---
(Redaksi).
Posting Komentar