HMI MPO Konsel Tegaskan Aksi Intelektual dan Sinergi dengan TNI–Polri: “Yakin Usaha Sampai”

Table of Contents

Kendari | Liputankeprinews.com – Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) Cabang Konawe Selatan (Konsel) menegaskan komitmennya dalam mengedepankan aksi intelektual dan membangun sinergi konstruktif dengan aparat keamanan, yakni Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dalam setiap penyampaian aspirasi di ruang publik.

HMI MPO Konsel menegaskan bahwa demonstrasi dan penyampaian pendapat di muka umum merupakan panggung nalar serta ruang pendidikan publik, bukan ajang pelampiasan emosi. Setiap kritik yang disampaikan harus berbasis data, analisis, dan argumentasi rasional.

Penegasan ini disampaikan oleh jajaran pengurus dan kader HMI MPO Konsel sebagai bagian dari sikap organisasi dalam merespons dinamika sosial dan demokrasi di daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan di Kendari, Sulawesi Tenggara, dalam rangka konsolidasi internal organisasi menyikapi berbagai isu kebangsaan dan agenda perjuangan mahasiswa.

HMI memandang bahwa TNI dan Polri merupakan bagian dari sistem kenegaraan yang memiliki mandat konstitusional dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kedaulatan negara. Dalam negara hukum yang demokratis, kebebasan berpendapat adalah hak konstitusional warga negara. Namun, stabilitas keamanan juga menjadi prasyarat penting bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di titik inilah HMI menempatkan diri sebagai mitra kritis aparat keamanan dalam kerangka demokrasi—mengawal aspirasi rakyat secara tegas, tetapi tetap menghormati peran institusi negara.

Dalam setiap aksi, kader HMI MPO Konsel diinstruksikan untuk:
• Menjaga Etika dan Disiplin Barisan
Aksi harus tertib, terorganisir, serta tidak mengganggu kepentingan umum secara berlebihan.
• Menghormati Aparat Keamanan
• Menghindari sikap konfrontatif yang tidak perlu dan membuka ruang komunikasi dengan koordinator lapangan dari unsur Polri maupun TNI.

Anti Provokasi
Tidak mudah teradu domba, tidak terpancing isu liar, serta tidak memberi ruang bagi pihak-pihak yang ingin mencederai substansi perjuangan.
HMI menegaskan bahwa kadernya adalah petarung intelektual, bukan provokator. Demonstrasi bukan medan konflik, melainkan ruang partisipasi publik yang dijamin undang-undang. Aparat keamanan bertugas menjaga ketertiban, sementara mahasiswa memiliki tanggung jawab moral menyuarakan kebenaran. Keduanya dapat berjalan berdampingan dalam koridor hukum.

HMI MPO Konsel meyakini, kematangan demokrasi tercermin dari kemampuan seluruh elemen bangsa—mahasiswa, aparat, pemerintah, dan masyarakat—untuk mengelola perbedaan secara dewasa. Kritik merupakan bagian dari cinta terhadap negeri, sementara aparat keamanan adalah anak bangsa yang memiliki tanggung jawab menjaga keutuhan NKRI.

Dengan mengusung semangat “Yakin Usaha Sampai”, HMI menyerukan kepada seluruh kader agar tetap konsisten dalam perjuangan, menjunjung tinggi adab, serta menjaga marwah gerakan. Perjuangan yang bermartabat, ditegaskan HMI, akan selalu lebih kuat daripada amarah yang sesaat.

Bahagia HMI!
Yakin Usaha Sampai!

(Redaksi)

Posting Komentar