Bupati dan Wakil Bupati Lingga Hadiri Rapat Persiapan Ramadan 1447 H, Masyarakat Harapkan Kebijakan Lebih Empati di Tengah Tekanan Ekonomi
Table of Contents
Lingga,Kepri | Liputankeprinews.com – Bupati dan Wakil Bupati Lingga menghadiri Rapat Persiapan Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 M yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Lingga bersama perangkat daerah dan stakeholder terkait pada Rabu, 18 Februari 2026, di Ruang Rapat Kantor Bupati Lingga.
Rapat tersebut membahas berbagai agenda rutin Pemerintah Kabupaten Lingga selama bulan Ramadan, seperti pelaksanaan Safari Ramadan, penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat, serta penguatan kegiatan ibadah agar dapat berjalan dengan baik, tertib, dan penuh kekhusyukan.
Dalam pertemuan itu juga disampaikan pentingnya menjaga ketertiban umum, memperkuat toleransi dan kebersamaan, serta menciptakan suasana Ramadan yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Lingga.
Secara umum, Pemerintah Kabupaten Lingga berkomitmen agar pelaksanaan Ramadan tahun ini tetap berlangsung sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, dengan semangat kebersamaan dan pelayanan kepada masyarakat.
Namun demikian, di tengah semangat menyambut bulan suci tersebut, kondisi ekonomi masyarakat Kabupaten Lingga saat ini menjadi perhatian tersendiri. Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar masyarakat tengah menghadapi tekanan ekonomi yang cukup berat. Kenaikan harga kebutuhan pokok, daya beli yang menurun, serta terbatasnya lapangan usaha membuat banyak keluarga harus berjuang lebih keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Di saat aparatur negara tetap menerima penghasilan rutin setiap bulan, mayoritas masyarakat khususnya pelaku usaha kecil, nelayan, petani, dan pekerja sektor informal masih harus “mengikat perut” demi kelangsungan hidup keluarga.
Momentum Ramadan 1447 H diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga menjadi refleksi bersama. Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat lebih mengedepankan empati sosial dalam setiap kebijakan dan kegiatan yang dilaksanakan. Prioritas terhadap kesejahteraan rakyat dinilai lebih utama dibandingkan kemeriahan kegiatan yang bersifat simbolik.
Bukan untuk menyudutkan, namun sebagai bentuk kepedulian, publik berharap jika pemerintah belum sepenuhnya mampu meringankan beban ekonomi masyarakat, setidaknya kebijakan dan langkah yang diambil tidak sampai melukai perasaan rakyat yang sedang berjuang dalam keterbatasan.
Ramadan sejatinya adalah bulan pengendalian diri, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama. Harapannya, melalui persiapan yang matang dan kebijakan yang bijaksana, bulan suci ini benar-benar menjadi momentum meningkatkan keimanan, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan kepekaan sosial demi terwujudnya masyarakat Lingga yang religius, harmonis, dan sejahtera.
---
(Redaksi).
Posting Komentar