Dua Kampung di Pebayuran Terisolir Banjir, BPBD Kabupaten Bekasi Lakukan Evakuasi Warga

Table of Contents
Bekasi | Liputankeprinews.com — Banjir akibat luapan Sungai Ciherang dan Kali Kiwing mengakibatkan dua kampung di Desa Karangharja dan Desa Karangsegar, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, terisolir sejak tiga hari terakhir. Ketinggian air di wilayah tersebut mencapai hingga 1,5 meter dan merendam permukiman warga, Selasa (27/1/2026).

Kedua kampung yang berada di tengah area persawahan itu berjarak sekitar 3 hingga 5 kilometer dari jalan utama Pebayuran. 

Luapan air yang meluas menyebabkan seluruh akses darat terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan. Untuk menjangkau lokasi terdampak, petugas harus menggunakan perahu menyusuri area persawahan yang terendam banjir.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bekasi bersama Tim Relawan TRAMP telah melakukan evakuasi terhadap warga terdampak, khususnya kelompok rentan. Salah satu warga yang berhasil dievakuasi adalah seorang lansia berusia 78 tahun yang mengalami kesulitan berjalan.

“Lansia tersebut telah terjebak di dalam rumah selama tiga hari akibat akses jalan terputus. Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu, kemudian dibawa ke lokasi yang lebih aman dan langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat,” ujar Budi, anggota TRC BPBD Kabupaten Bekasi.

Budi menjelaskan, kondisi wilayah yang terisolir menjadi tantangan tersendiri dalam proses evakuasi karena jarak tempuh menuju akses jalan utama cukup jauh.

“Wilayah ini merupakan zona banjir tahunan. Kendaraan tidak dapat masuk ke lokasi, sehingga perahu menjadi satu-satunya sarana evakuasi. Saat ini fokus kami adalah mengevakuasi warga serta menyiapkan tenda pengungsian di lokasi yang lebih aman,” jelasnya.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi, sebanyak 28 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Pisang Batu terdampak dan masih terisolir. Sebagian warga memilih bertahan di rumah meskipun ketinggian air terus meningkat dan mulai masuk ke permukiman.

Salah satu warga, Aya, berharap bantuan segera disalurkan kepada masyarakat terdampak.

“Banjir sudah tiga hari dan jalan tidak bisa dilalui kendaraan. Kami hanya bisa menggunakan perahu. Kami berharap bantuan dari pemerintah seperti nasi siap saji, sembako, dan obat-obatan karena banyak warga mengalami gatal-gatal,” ungkapnya.

BPBD Kabupaten Bekasi mengimbau warga yang masih berada di wilayah terisolir untuk segera meminta evakuasi apabila ketinggian air kembali meningkat guna menghindari risiko yang membahayakan keselamatan.

---
(SW).

Posting Komentar