Usai Sorotan Keras GN-PK, DPRD dan PUPR Lampung Barat Tinjau Tiga Titik Proyek Jalan CV Zhiran Putra Manggala
Table of Contents
Lampung Barat, Liputankeprinews.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Barat bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan peninjauan langsung terhadap tiga paket pekerjaan peningkatan jalan yang dikerjakan CV Zhiran Putra Manggala. Peninjauan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut atas sorotan keras yang disampaikan Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GN-PK) terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi teknis dan kualitas pekerjaan.
Peninjauan lapangan ini berlangsung setelah GN-PK menyampaikan hasil investigasi dan laporan masyarakat yang menyoroti dugaan kelalaian teknis, kualitas material yang diragukan, serta indikasi pengurangan volume pekerjaan pada proyek jalan di bawah kewenangan Dinas PUPR Bidang Bina Marga.
Peninjauan Dipicu Sorotan Keras dan Laporan Masyarakat
Turunnya DPRD dan Dinas PUPR ke lokasi disebut sebagai respons atas tekanan publik dan sorotan GN-PK, bukan semata inisiatif internal. GN-PK menilai kondisi sejumlah ruas jalan tidak mencerminkan standar teknis yang seharusnya, meskipun pekerjaan belum lama diselesaikan.
Peninjauan ini dinilai sebagai langkah awal untuk memastikan kebenaran laporan serta menguji fungsi pengawasan teknis yang melekat pada instansi terkait.
Komisi III DPRD Lakukan Pengecekan Langsung
Dari unsur DPRD Lampung Barat, peninjauan diikuti oleh anggota Komisi III, yakni Yogi Amajaya dan Rovi Komsen. Keduanya melakukan pemeriksaan visual terhadap kondisi fisik jalan di beberapa titik guna mencocokkan hasil pekerjaan dengan kondisi lapangan.
Kehadiran DPRD dinilai penting untuk memastikan bahwa persoalan tidak berhenti pada polemik publik semata, melainkan ditindaklanjuti secara kelembagaan.
Dinas PUPR Hadir Sebagai Penanggung Jawab Teknis
Dinas PUPR Lampung Barat Bidang Bina Marga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Sejumlah pejabat teknis yang turun ke lapangan di antaranya Andri Yusuf, Muhammad Andi, dan Aldo.
Kehadiran PUPR dimaksudkan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pengawasan teknis. Namun, berdasarkan penilaian GN-PK, temuan awal di lapangan justru memperkuat dugaan lemahnya pengendalian mutu pekerjaan.
Tiga Ruas Jalan Jadi Fokus Pemeriksaan
Adapun tiga ruas jalan yang menjadi fokus peninjauan, yakni:
1. Ruas Jalan Bungin – Gunung Terang
2. Ruas Jalan Purawiwitan – Muara Jaya I
3. Ruas Jalan Sekayan – Waras Sakti
Ketiga ruas tersebut merupakan bagian dari paket pekerjaan yang dimenangkan dan dikerjakan oleh CV Zhiran Putra Manggala.
GN-PK Tegaskan Kontrak Harus Diputus Jika Terbukti Lalai
Perwakilan GN-PK, Iwan Zivaldi, Mario Cili Farerra, dan Sas Herianto, menegaskan bahwa dugaan kelalaian teknis tidak boleh ditoleransi.
“Jika ditemukan kelalaian atau pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis, maka kontrak pekerjaan harus diputus,” tegas perwakilan GN-PK di lokasi peninjauan.
GN-PK menilai ketidaksesuaian teknis bukan sekadar persoalan administratif, melainkan berpotensi merugikan keuangan negara serta membahayakan keselamatan masyarakat sebagai pengguna jalan.
Pemenangan Tiga Paket Proyek Dinilai Perlu Dievaluasi
Fakta bahwa CV Zhiran Putra Manggala memenangkan tiga paket pekerjaan sekaligus turut menjadi sorotan. GN-PK mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh, tidak hanya pada pelaksanaan fisik, tetapi juga sejak proses lelang dan pengadaan.
Menurut GN-PK, dugaan kelalaian teknis tidak dapat dilepaskan dari mekanisme perencanaan dan pengawasan sejak awal.
Desakan Evaluasi dan Langkah Hukum Menguat
GN-PK menegaskan bahwa peninjauan lapangan harus berujung pada langkah konkret. Evaluasi administratif dinilai tidak cukup apabila ditemukan pelanggaran teknis di lapangan.
Aparat penegak hukum pun diminta bersiaga apabila hasil pemeriksaan mengarah pada dugaan pelanggaran hukum. Kasus ini dinilai menyangkut keselamatan publik serta kredibilitas pengelolaan anggaran pembangunan daerah.
---
(Rilis GN-PK).
Posting Komentar