Rob Tenggelamkan Ratusan Hektare Tambak di Muaragembong dan Petani Alami Gagal Panen

Table of Contents
Bekasi, Liputankeprinews.com — Banjir rob kembali merendam wilayah pesisir Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Peristiwa ini menyebabkan ratusan hektare tambak tenggelam serta puluhan ton ikan bandeng yang siap panen hilang tersapu air laut. Para petani tambak mengalami kerugian besar dan mendesak pemerintah untuk segera memberikan bantuan, Kamis (11/12/2025).

Rob merendam tambak di Kampung Bungin, Kampung Blukbuk, dan sejumlah desa pesisir lainnya. Para petani mengaku kewalahan menghadapi frekuensi rob yang semakin sering terjadi dan ketinggian air yang terus meningkat.

Rustana, petani tambak di Kampung Bungin, mengungkapkan seluruh hasil budidayanya habis tersapu rob.

Saya punya lima hektare tambak. Semua habis disapu rob. Ikan bandeng yang sebentar lagi panen hilang. Modal awal lebih dari Rp.5 juta, sekarang kerugian sekitar Rp.20 hingga Rp.25 juta,” ujarnya.

Di Blukbuk, Desa Pantai Bahagia, kerugian juga dialami Hajah Sarkiah. Tambak seluas 25 hektare miliknya tenggelam akibat rob beruntun. Suaminya, Agung, mengatakan para petani sangat membutuhkan dukungan pemerintah karena tidak hanya tambak, infrastruktur desa juga terdampak.

"Kami fokus perbaikan tambak, tapi biaya besar. Selain tambak, jalan-jalan juga rusak parah setelah rob. Akses anak sekolah dan warga ikut terganggu,” kata Agung.

Sarkiah menuturkan bahwa kerugian yang dialaminya mencapai Rp.20–Rp.40 juta karena seluruh ikan bandeng yang hampir panen hanyut.
“Ikan kita hanyut semua, padahal sebentar lagi mau panen untuk tahun baru,” ujarnya.

Saat ini para petani berusaha membangun tanggul darurat menggunakan bambu dan material seadanya. Namun tanpa bantuan pemerintah, mereka mengaku sulit memulai kembali produksi, membeli bibit baru, maupun memperbaiki tanggul yang rusak.

Rob yang terus berulang tanpa penanganan jangka panjang dikhawatirkan mengancam keberlangsungan sektor perikanan tradisional di Muaragembong salah satu sentra penghasil bandeng terbesar di Kabupaten Bekasi.
Para petani berharap pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan segera turun meninjau kondisi dan menyediakan bantuan yang dibutuhkan.

"Kami benar-benar butuh bantuan pemerintah. Bibit ikan, perbaikan tanggul apa saja yang bisa membuat kami bangkit lagi. Tahun ini kami gagal panen total,” tegas Rustana.


(SW).

Posting Komentar