Mahasiswa Lingga di Tanjungpinang Kecewa, Ketua IMKL Kritik Keras Sikap Pemkab Lingga
Table of Contents
Tanjungpinang, Liputankeprinews.com –
Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga (IMKL) menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap Pemerintah Kabupaten Lingga yang dinilai belum menunjukkan perhatian dan dukungan nyata terhadap keberadaan serta aktivitas mahasiswa asal Lingga yang menempuh pendidikan di Kota Tanjungpinang.
Kekecewaan tersebut mengemuka setelah Pemkab Lingga disebut tidak memberikan dukungan terhadap Festival Mahasiswa Lingga, sebuah kegiatan yang digagas sebagai wadah pengembangan minat dan bakat mahasiswa, sekaligus sarana membangun citra positif Kabupaten Lingga di luar daerah.
Ketua IMKL, Dimas Alparezi Bastian, mengatakan bahwa festival tersebut dirancang tidak sekadar sebagai kegiatan hiburan, melainkan sebagai ruang kreativitas, pembinaan karakter, dan penguatan solidaritas antar mahasiswa Lingga di perantauan.
“Kami sangat kecewa karena kegiatan Festival Mahasiswa Lingga, yang jelas membawa nama daerah dan menjadi sarana menyalurkan minat serta bakat mahasiswa, tidak mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lingga. Padahal, kegiatan ini bertujuan positif untuk mengharumkan nama daerah,” ujar Dimas dalam keterangannya kepada media.
Dimas bahkan mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah, namun tidak mendapatkan respons sebagaimana yang diharapkan.
“Kami sudah berulang kali mencoba menghubungi pihak pemerintah daerah, termasuk kepala daerah, namun tidak mendapat tanggapan. Ini membuat kami merasa diabaikan,” tegasnya.
Menurut Dimas, sikap tersebut mencerminkan minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap peran dan potensi generasi muda, khususnya mahasiswa yang sejatinya merupakan aset strategis pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Lingga.
“Bagaimana pemerintah bisa berbicara tentang pembangunan sumber daya manusia, jika kegiatan positif mahasiswa saja tidak mendapat dukungan? Ini bukan sekadar soal satu acara, tetapi soal penghargaan terhadap inisiatif anak-anak muda Lingga,” katanya.
Lebih lanjut, Dimas juga menilai selama ini ruang dialog antara mahasiswa dan pemerintah daerah masih sangat terbatas. Aspirasi yang disampaikan melalui IMKL, meskipun bersifat konstruktif, dinilai belum pernah ditindaklanjuti secara serius.
“Sebagai Ketua IMKL, saya menegaskan bahwa mahasiswa Lingga tidak akan berhenti bersuara. Kami hanya ingin didengar, bukan diabaikan. Pemerintah seharusnya hadir dan mendukung ketika generasi mudanya menunjukkan kepedulian terhadap daerah,” tambahnya.
Sejumlah mahasiswa Lingga di Tanjungpinang turut menyampaikan kekecewaan serupa. Mereka menilai pemerintah daerah lebih sering hadir dalam agenda formal dan seremonial, namun kurang responsif terhadap kebutuhan riil mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah.
IMKL berharap ke depan Pemerintah Kabupaten Lingga dapat memperbaiki pola komunikasi, membuka ruang dialog yang lebih inklusif, serta memberikan perhatian dan dukungan terhadap kegiatan mahasiswa sebagai bagian penting dari proses pembangunan daerah.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kabupaten Lingga belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik dan kekecewaan yang disampaikan oleh Ikatan Mahasiswa Kabupaten Lingga.
---
(Mitra Redaksi).
Posting Komentar