📢 BREAKING NEWS Memuat berita terbaru...

Viral, Warga Lingga Mengaku Diintimidasi Usai Unggah Video Jalan Rusak di Sekanah

Daftar Isi
Lingga, Liputankeprinews.com - Seorang warga Kabupaten Lingga bernama Rizal, pemilik akun Facebook “Pak Long”, mengaku mendapat intervensi dan intimidasi dari seorang pejabat daerah setelah mengunggah video yang memperlihatkan kondisi jalan rusak di Desa Sekanah, Kecamatan Lingga Utara.

Unggahan Rizal yang menyoroti rusaknya akses jalan di desanya itu sempat menjadi viral di media sosial dan telah ditonton ribuan kali oleh warganet.

Dalam keterangannya, Rizal menuturkan bahwa insiden tersebut terjadi pada Senin, 3 November 2025, setelah ia menerima panggilan dari seorang kerabat yang merupakan suami Maya Sari, Ketua DPRD Kabupaten Lingga. Ia kemudian diminta untuk datang ke ibu kota Daik, Lingga.

“Sesampainya di Ibukota, saya bertemu dengan beliau (Sapar) di Kedai Makan Sawit Indah. Saya justru mendapat caci maki dari beliau dan bahkan diajak adu fisik. Saya hanya tertawa. Alih-alih mendapat solusi, malah diperlakukan tidak baik,” ungkap Rizal melalui akun Facebook miliknya.


Kepada Liputankeprinews.com, Rizal membenarkan bahwa akun tersebut memang miliknya dan ia yang memposting video kondisi jalan rusak di kampung halamannya.

“Iya, akun itu milik saya, dan benar saya yang memposting beberapa video tersebut. Karena saya asli orang Sekanah,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).


Menurutnya, tindakan intimidasi terhadap warga yang menyampaikan kritik adalah hal yang tidak pantas dilakukan oleh pejabat publik.

“Seharusnya itu tidak terjadi. Bagaimanapun, Ketua DPRD memiliki tanggung jawab moral dan porsi yang lebih besar dalam menampung serta menyampaikan aspirasi masyarakat untuk perbaikan jalan itu,” tegasnya.


Rizal juga menyinggung janji kampanye yang pernah disampaikan Maya Sari kepada masyarakat Desa Sekanah. Ia menyebut, janji perbaikan jalan menjadi salah satu faktor utama yang membuat warga memberikan dukungan politik saat pemilihan lalu.

“Karena salah satu janjinya adalah memperbaiki jalan itu, suara Maya Sari di kampung kami menjadi pemenang,” katanya.


Meski kini tidak lagi berdomisili di Sekanah, Rizal menegaskan bahwa hal itu tidak mengurangi kepeduliannya terhadap daerah asalnya.

“Soal saya tidak lagi tinggal di Sekanah, memang benar. Tapi sebagai pemuda asli dan warga Lingga, sudah seharusnya saya berjuang untuk perbaikan infrastruktur di kampung saya,” ucapnya.



Rizal menambahkan, dirinya siap menghadapi segala bentuk tekanan dari pihak mana pun. Ia menegaskan bahwa kritik konstruktif dari masyarakat adalah bagian penting dari demokrasi dan transparansi pembangunan daerah.

“Saya hanya ingin menyampaikan aspirasi warga. Kalau jalan rusak dibiarkan, siapa lagi yang peduli kalau bukan kita?” tutupnya.



Hingga berita ini diturunkan, Liputankeprinews.com masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait untuk memperoleh tanggapan dan klarifikasi resmi atas pernyataan Rizal tersebut.


---

Laporan: Taufik
Editor: Redaksi LKN

Posting Komentar

OFFICIAL PARTNER
🛒 Toko Goes_Virgo Lah
Mitra Pengadaan Produk & Jasa melalui Toko Ladang SIPLah.
Lihat Katalog