S.M. Junaidi Desak Pemerintah Provinsi Tangani Kerusakan Jembatan Penarek: “Ini Darurat, Jangan Tunggu Ada Korban”
Table of Contents
Lingga, Liputankeprinews.com — Ketua DPC Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Kabupaten Lingga S.M. Junaidi menyoroti keras kerusakan berat pada jembatan jalur provinsi menuju Pelabuhan Roro Penarek. Ia menyatakan bahwa kondisi jembatan tersebut sudah masuk kategori darurat, dan pemerintah provinsi tidak boleh menunggu hingga terjadi kecelakaan fatal.
Dalam pantauannya di lokasi, Ketua DPC AKPERSI Lingga menemukan bahwa beberapa titik pada jembatan mengalami keretakan akut, lubang menganga, serta penurunan struktur di sisi kiri dan kanan. Bahkan terdapat bagian yang nyaris ambruk, sehingga kendaraan besar harus melaju perlahan dan zig-zag untuk menghindari celah berbahaya.
Pernyataan Resmi Ketua DPC AKPERSI Lingga
“Ini bukan kerusakan ringan yang bisa ditunda. Ini darurat keselamatan publik. Jembatan ini adalah urat nadi menuju Pelabuhan Roro Penarek—jalur vital ekonomi Kabupaten Lingga. Kami mendesak Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan OPD terkait untuk segera turun dan melakukan tindakan nyata,” tegas Ketua DPC AKPERSI Lingga.
Ia menambahkan bahwa AKPERSI tidak ingin hanya menjadi penonton ketika infrastruktur penting dibiarkan rusak berkepanjangan tanpa tindak lanjut.
“Jangan tunggu ada korban jiwa dulu baru bergerak. Setiap hari masyarakat, pelajar, pedagang, dan sopir logistik melewati jalur ini. Risiko kecelakaan sangat tinggi. Ini menyangkut tanggung jawab negara terhadap keselamatan rakyat,” lanjutnya.
Dampak Ekonomi dan Sosial Sangat Signifikan
Sebagai salah satu pintu distribusi barang dan pergerakan antarpulau, Pelabuhan Roro Penarek memegang peran strategis dalam rantai pasok di Kabupaten Lingga. Kerusakan jembatan yang dibiarkan berlarut-larut berpotensi:
Menghambat arus logistik, terutama bahan pokok dan barang kebutuhan ekonomi.
Meningkatkan biaya distribusi, yang akhirnya membebani masyarakat.
Menciptakan risiko kecelakaan berulang, terutama bagi kendaraan berat.
Menghambat mobilitas masyarakat, termasuk aktivitas layanan publik.
AKPERSI Siap Kawal dan Publikasi Secara Berkala
Ketua DPC AKPERSI Lingga menegaskan bahwa pihaknya akan mengawal isu ini, baik melalui dokumentasi lapangan, pelaporan resmi, maupun publikasi berkala melalui kanal media yang kredibel.
“Kalau langkah cepat tidak diambil, AKPERSI akan menyampaikan laporan resmi disertai data visual, kronologi, dan analisis risiko. Kami tidak akan membiarkan persoalan ini hilang tanpa penyelesaian,” tegasnya.
Harapan Terakhir: Pemerintah Bertindak Sebelum Infrastruktur Benar-Benar Lumpuh
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terkait rencana perbaikan. AKPERSI meminta agar anggaran pemeliharaan infrastruktur tidak hanya tercantum dalam dokumen, tetapi benar-benar dilaksanakan tepat waktu.
“Ini bukan sekadar proyek fisik, tapi menyangkut nyawa dan masa depan masyarakat Lingga. Kami berharap pemerintah bergerak sebelum semuanya terlambat,” tutup Ketua DPC AKPERSI Lingga.
---
(Zuel).
Posting Komentar