GERAM KEPRI & GAMNR Tanjungpinang Tolak Pencalonan Dato' Endi Maulidi sebagai Ketua Hulubalang LAM Kepri

Table of Contents
Tanjungpinang, Liputankeprinews.com — Dua organisasi anak Melayu, yakni Generasi Anak Melayu Kepulauan Riau (GERAM Kepri) yang dipimpin Aryandi, S.E, serta Gerakan Anak Melayu Negeri Riau (GAMNR) Tanjungpinang yang dipimpin Sasjonni, secara tegas menyatakan penolakan terhadap usulan pencalonan Dato' Endi Maulidi sebagai Ketua Hulubalang Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepulauan Riau.

Pernyataan sikap ini disampaikan melalui rilis resmi yang dikeluarkan pada Minggu (16/11/2025).

Menolak Keras Pencalonan Dato’ Endi Maulidi

Dalam rilis tersebut, kedua organisasi menegaskan penolakan secara terbuka terhadap pencalonan Dato’ Endi Maulidi.
Penolakan itu, menurut mereka, tidak bersifat personal, melainkan berlandaskan pada prinsip marwah, kelayakan, rekam jejak, serta kepatutan adat sebagai bagian penting dalam struktur kepemimpinan Melayu.

“Sebagai organisasi yang lahir dari rahim masyarakat Melayu, kami menolak secara tegas apabila Dato’ Endi Maulidi diusulkan atau ditetapkan sebagai Calon Ketua Hulubalang LAM Kepri,” tegas pernyataan itu.


Meminta Ketua LAM Kepri Bertindak Bijak

GERAM Kepri dan GAMNR Tanjungpinang juga meminta Ketua LAM Provinsi Kepri untuk mengambil keputusan secara bijak, hati-hati, dan mempertimbangkan dampak sosial dari penetapan tersebut.

Kami meminta dengan hormat namun tegas kepada Ketua LAM Kepri untuk meninjau ulang dan mempertimbangkan keputusan ini. Jangan sampai langkah yang diambil memicu gejolak, ketidakharmonisan, dan situasi tidak kondusif di Tanjungpinang maupun Kepri,” tulis mereka.


Anak Melayu Sudah Terlalu Banyak Diam

Dalam pernyataannya, kedua organisasi ini juga menyinggung sejumlah keputusan LAM Kepri sebelumnya, termasuk pemberian gelar adat kepada pejabat tertentu yang dinilai tidak melalui jalur musyawarah mufakat, sebagaimana prinsip adat Melayu.

“Kami tetap menjaga marwah dan memilih diam selama ini. Namun untuk urusan Hulubalang, ini bukan soal seremoni — ini soal marwah dan kehormatan adat,” tulis mereka.


Jika Aspirasi Diabaikan, Anak Melayu Akan Melawan

Pernyataan itu juga menutup dengan peringatan keras jika aspirasi yang disampaikan diabaikan oleh LAM Kepri.

“Apabila LAM Kepri tetap memaksakan kehendak dan mengabaikan suara Anak Melayu, maka kami akan berdiri, bersuara, dan melawan demi tegaknya marwah Melayu. Ini bukan ancaman, tetapi panggilan adat untuk menjaga harga diri dan warisan budaya leluhur.”


---

(Redaksi).

Posting Komentar