Tokoh Pemuda Pesisir Lingga: “Terima Kasih, Pak Fauzan. Ketulusanmu Tak Akan Kami Lupa.”
Table of Contents
Lingga, Liputankeprinews.com — Di tengah zaman yang penuh pencitraan dan kepentingan pribadi, masih ada sosok yang bekerja dalam diam, berbuat tanpa pamrih, dan menolong tanpa berharap imbalan. Sosok itu bernama Fauzan, Ketua DPD Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Provinsi Kepulauan Riau — seorang wartawan muda yang kini dielu-elukan masyarakat karena keberaniannya membela rakyat kecil dengan hati nurani.
Gelombang ucapan terima kasih dan apresiasi terhadap AKPERSI Kepri terus mengalir dari berbagai penjuru daerah. Masyarakat menilai, kepedulian Fauzan bukan sekadar kata, tapi tindakan nyata yang dirasakan langsung oleh warga yang sedang kesulitan menghadapi rumitnya birokrasi.
Salah satu yang paling menyentuh datang dari Bambang Riau, tokoh pemuda pesisir Kabupaten Lingga yang akrab disapa Fendi. Dengan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada Fauzan dan AKPERSI Kepri atas kepedulian mereka terhadap masyarakat kecil.
“Kami salut dan terharu. Pak Fauzan hadir saat masyarakat kesulitan — tanpa menunggu diminta, tanpa mencari sorotan. Beliau bantu pasien yang BPJS-nya tidak aktif, bantu keluarga yang bingung urusan administrasi rumah sakit. Ini ketulusan yang langka,” ujar Fendi dengan suara bergetar.
Menurut Fendi, apa yang dilakukan Fauzan dan rekan-rekannya di AKPERSI Kepri adalah cerminan kemanusiaan yang sejati.
“Beliau bukan pejabat, tapi cara kerjanya melebihi pejabat. Sering turun langsung ke rumah sakit, menjadi jembatan antara masyarakat dan pihak berwenang. Fauzan itu seperti penenang bagi orang yang sedang panik. Kami sangat berterima kasih,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Fendi juga menilai bahwa Fauzan telah memberi contoh nyata bagaimana seorang jurnalis bisa berperan lebih luas dari sekadar menulis berita.
“Kami di pesisir Lingga ini sudah merasakan langsung manfaat kehadiran AKPERSI Kepri. Mereka datang membantu tanpa anggaran, tanpa fasilitas, tanpa kepentingan politik. Semua murni karena panggilan hati. Kami ucapkan terima kasih sedalam-dalamnya,” katanya.
Ucapan senada juga datang dari warga lain yang memilih tidak disebutkan namanya.
“Saya heran, dari mana beliau punya kekuatan sebesar itu. Tidak ada gaji, tidak ada dana, tapi selalu hadir membantu orang. Ini bukan soal materi — ini soal hati,” ungkapnya.
Di berbagai kesempatan, Fauzan memang dikenal tegas, bahkan berani menegur pihak rumah sakit atau instansi yang dinilai abai terhadap rakyat kecil. Namun di balik ketegasan itu, tersimpan kasih sayang dan empati yang tulus.
“Kadang nadanya tinggi, tapi semua tahu — itu karena dia membela rakyat yang tak mengerti aturan,” kata seorang warga Kota Tanjungpinang.
Bagi masyarakat, Fauzan kini bukan sekadar Ketua DPD AKPERSI Kepri. Ia telah menjadi simbol harapan — sosok yang bekerja tanpa sorotan, berbuat tanpa pamrih, dan membela tanpa batas.
Prinsip hidup yang selalu ia pegang sederhana namun mendalam:
“Kau belum hidup sampai kau berbuat sesuatu untuk seseorang yang takkan pernah bisa membalas budimu.”
Kalimat itu bukan sekadar petuah — melainkan napas perjuangan yang membimbing langkahnya selama ini. Meskipun Fauzan jarang menampilkan dirinya di publik, kini masyarakat sendirilah yang mengangkat kisahnya, karena ketulusan seperti itu terlalu berharga untuk disembunyikan.
Kini, nama AKPERSI Kepri melekat kuat di hati rakyat. Tidak hanya dikenal sebagai organisasi profesi wartawan, tapi juga sebagai wadah kemanusiaan yang memeluk penderitaan rakyat kecil dengan tangan terbuka.
Dan bagi Bambang Riau, ucapan itu mewakili suara banyak hati di Kepulauan Riau:
“Terima kasih, Pak Fauzan. Doa kami menyertai langkahmu. Ketulusanmu tak akan kami lupa.”
---
Posting Komentar