Pengadaan Alat Produksi Penggilingan Padi/Jagung di Pekon Sukajadi Dipertanyakan
Table of Contents
Lampung Barat, Liputankeprinews.com — Program pengadaan alat produksi penggilingan padi dan jagung di Pekon Sukajadi, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, kini menjadi sorotan publik. Dugaan muncul bahwa pengadaan yang bersumber dari Dana Desa Tahun Anggaran 2023 senilai Rp96.200.000 (sembilan puluh enam juta dua ratus ribu rupiah) tersebut tidak terealisasi alias fiktif.
Sejumlah pihak, termasuk media dan lembaga swadaya masyarakat (LSM), tengah menyoroti dugaan adanya penyimpangan anggaran dalam kegiatan tersebut. Pasalnya, hingga kini tidak ditemukan keberadaan alat produksi sebagaimana tercantum dalam dokumen anggaran desa.
Sekdes: Tidak Tahu Ada Pengadaan Alat Produksi
Saat dikonfirmasi awak media di Kantor Pekon Sukajadi pada Rabu (25/10/2025), Sekretaris Desa (Sekdes) mengaku tidak mengetahui adanya pengadaan alat penggilingan padi maupun jagung di desanya.
“Mas, kalau terkait pengadaan alat produksi seperti penggilingan padi atau jagung, saya tidak tahu, mas. Setahu saya, di Pekon kita ini semua petani kebun kopi. Masa iya ada pengadaan seperti itu,” ujarnya kepada awak media.
Pernyataan Sekdes ini menambah tanda tanya besar soal kejelasan proyek tersebut, mengingat alokasi dan pencairan dana telah tercatat dalam laporan penggunaan Dana Desa Tahun 2023.
Dugaan Korupsi dan Minimnya Transparansi
Beberapa media dan LSM lokal mulai melakukan penelusuran terkait penggunaan Dana Desa di Pekon Sukajadi. Mereka menduga telah terjadi tindak pidana korupsi dalam proses pengadaan alat produksi tersebut, baik dalam tahap perencanaan, pelaksanaan, maupun pelaporan.
Hingga berita ini diturunkan, Penjabat (Pj) Peratin Pekon Sukajadi belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan tim Liputankeprinews.com juga belum mendapatkan tanggapan.
Publik berharap aparat penegak hukum, termasuk Inspektorat Kabupaten Lampung Barat dan Kejaksaan Negeri Liwa, segera turun tangan melakukan audit dan investigasi agar persoalan ini terang benderang.
---
Bersambung...
(S.Yanto).
Posting Komentar