Fakta Baru di Balik Ketua BUMDes Pekon Sukajadi, Sudah Setahun Tak Difungsikan?
Table of Contents
Lampung Barat, Liputankeprinews.com — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Pekon Sukajadi, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, kini tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, muncul dugaan bahwa Ketua BUMDes setempat, Dharmawan, sudah tidak aktif menjalankan fungsinya selama hampir satu tahun terakhir.
Sebelumnya, dalam pemberitaan salah satu media online, Dharmawan menyampaikan bahwa program budidaya ikan nila di bawah BUMDes Pekon Sukajadi dirancang dengan konsep pemberdayaan dan keberlanjutan.
"Kami tidak hanya ingin menghasilkan keuntungan jangka pendek, tetapi juga membangun sistem usaha yang berkelanjutan. Kami libatkan masyarakat sekitar agar bisa belajar dan turut menikmati hasil dari program ini,” ujar Dharmawan dalam pemberitaan tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa pengelolaan dana BUMDes dilakukan secara transparan dan akuntabel dengan melibatkan perangkat pekon serta kelompok masyarakat.
Namun, berdasarkan hasil penelusuran tim Liputankeprinews.com di lapangan, keterangan tersebut diduga tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Sejumlah fakta yang ditemukan justru menunjukkan indikasi ketidakaktifan pengurus dan lemahnya pengelolaan program BUMDes.
Pada kegiatan panen ikan nila yang berlangsung pada 23 Oktober 2025, Ketua BUMDes, Dharmawan, tidak tampak hadir di lokasi kolam. Informasi tersebut diperkuat oleh pernyataan salah satu warga yang menjadi narasumber media kami.
Tim Liputankeprinews.com juga mencoba mengonfirmasi hal ini kepada bendahara BUMDes, namun yang bersangkutan tidak dapat ditemui. Upaya lanjutan dilakukan dengan mendatangi kediaman Dharmawan. Berdasarkan keterangan dari istrinya, Dharmawan telah berada di luar daerah selama kurang lebih 20 hari, dan disebutkan pula bahwa sang suami sudah tidak aktif dalam kegiatan BUMDes selama hampir satu tahun terakhir.
Berbekal informasi tersebut, tim kami menelusuri lokasi kolam ikan yang disebut-sebut menjadi tempat panen BUMDes Pekon Sukajadi. Lokasi tersebut diketahui dikelola oleh seseorang bernama Nawi. Namun saat dikunjungi, yang menemui awak media hanya istri dari Nawi.
Ketika dikonfirmasi mengenai aktivitas panen ikan BUMDes, ia menjawab singkat,
“Saya tidak tahu, Mas. Coba langsung saja tanya sama Peratin,” ujarnya, seolah enggan memberikan keterangan lebih lanjut.
Dari hasil penelusuran sementara, muncul dugaan adanya ketidaksesuaian antara keterangan publik yang beredar dengan fakta lapangan terkait kegiatan BUMDes Pekon Sukajadi. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai transparansi, kepengurusan, serta kejelasan arah pengelolaan dana desa melalui BUMDes tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Ketua BUMDes Pekon Sukajadi, Dharmawan, belum memberikan klarifikasi resmi terkait ketidakhadirannya dalam kegiatan BUMDes maupun pernyataannya di media yang dinilai tidak sejalan dengan kondisi di lapangan.
Tim Liputankeprinews.com akan terus melakukan penelusuran lanjutan untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik pengelolaan BUMDes Pekon Sukajadi.
---
(S.Yanto).
Posting Komentar