Akses Jalan Provinsi Daik–Penarik Memprihatinkan, DPC AKPERSI Lingga Desak Pemerintah Segera Bertindak
Daftar Isi
Lingga, Liputankeprinews.com – Kondisi akses jalan provinsi dari Daik menuju Penarik kian memprihatinkan. Jalan yang menjadi jalur utama keluar-masuk dari dan ke Ibu Kota Kabupaten Lingga itu kini rusak parah di sejumlah titik, sehingga mengganggu mobilitas warga dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Padahal, jalur tersebut merupakan akses vital menuju Pelabuhan Penyeberangan Penumpang Speedboat Penarik serta Pelabuhan ASDP Roro Penarik–Dabo Singkep yang menjadi nadi transportasi antarpulau di Kabupaten Lingga.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (DPC AKPERSI) Kabupaten Lingga, S.M. Junaidi, mengingatkan pemerintah agar segera mengambil langkah konkret memperbaiki kondisi jalan tersebut sebelum menimbulkan korban jiwa maupun terputusnya akses antarwilayah.
“Kami minta pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten, jangan menunggu sampai ada korban. Jalan ini satu-satunya akses utama masyarakat dari Daik ke Penarik. Kalau sampai putus, aktivitas ekonomi dan transportasi masyarakat bisa lumpuh total,” tegas Junaidi kepada Liputankeprinews.com, Rabu (22/10/2025).
Menurutnya, kerusakan jalan yang sudah berlangsung lama ini menandakan kurangnya perhatian serius pemerintah terhadap infrastruktur dasar di Lingga. Ia menilai, keberadaan jalan yang layak bukan hanya urusan kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan warga dan kelancaran distribusi logistik antarwilayah.
“Kami berharap pemerintah jangan hanya menunggu momentum seremonial. Jalan rusak ini sudah lama dikeluhkan, tapi perbaikannya tidak tuntas. Padahal tiap tahun selalu ada anggaran miliaran rupiah yang dialokasikan untuk infrastruktur,” tambahnya.
Sementara itu, salah seorang warga Desa Kelumu, RB, juga mengeluhkan kondisi serupa. Ia menyebut, kerusakan jalan di kawasan tersebut terjadi hampir setiap tahun tanpa ada penyelesaian berarti.
“Dari tahun ke tahun tetap saja rusak. Aspalnya kupas, banyak lubang besar, kalau hujan seperti kubangan. Kami hanya bisa berharap semoga pemerintah benar-benar peduli,” ujarnya.
Masyarakat berharap agar pemerintah provinsi dan kabupaten segera turun langsung ke lapangan meninjau kondisi terkini jalan Daik–Penarik, serta memprioritaskan perbaikan pada tahun anggaran berikutnya.
“Jangan tunggu akses terputus baru panik. Infrastruktur jalan ini adalah urat nadi perekonomian daerah. Kalau jalan rusak, semua aktivitas ikut terganggu,” tutup Junaidi.
---
(Obbie).
Posting Komentar