Sulitnya Akses Natuna–Batam, Pendidikan dan Pariwisata Ikut Terdampak

Table of Contents
Natuna, Liputankeprinews.com – Keterbatasan akses transportasi dari Natuna menuju Batam menjadi keluhan serius masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Sopian, Ketua RT 004/003 Desa Batu Hitam, Kecamatan Ranai Kota, Kabupaten Natuna, Rabu 24/9/2025.

Menurutnya, jalur transportasi yang terbatas sangat memengaruhi mobilitas masyarakat, terutama generasi muda Natuna yang menempuh pendidikan di Batam maupun Tanjungpinang. “Banyak anak-anak Natuna yang kuliah di Batam dan Tanjungpinang. Karena akses transportasi terbatas, mereka kesulitan untuk pulang sekadar melepas rindu dengan orang tua dan keluarga,” ujar Sopian.

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat setempat, Adam. Ia menilai Pemerintah Daerah, baik Kabupaten Natuna maupun Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, perlu memberi perhatian lebih terhadap persoalan ini. “Natuna bukan hanya butuh akses transportasi untuk masyarakat lokal, tapi juga untuk mendukung sektor pariwisata. Potensi wisata Natuna sangat besar, tidak kalah menarik dibandingkan daerah lain. Jika akses transportasi memadai, wisatawan lokal maupun mancanegara akan lebih mudah datang berkunjung,” kata Adam.

Keterbatasan transportasi dinilai menjadi salah satu faktor yang menghambat perkembangan ekonomi dan pariwisata di Natuna. Padahal, wilayah ini memiliki posisi strategis dan kekayaan alam serta wisata yang mampu menarik perhatian nasional bahkan internasional.

Pihak masyarakat berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah nyata, baik melalui penambahan rute penerbangan maupun peningkatan layanan transportasi laut.

Redaksi Liputankeprinews.com menilai, keluhan masyarakat Natuna ini merupakan cerminan nyata masih minimnya perhatian terhadap daerah terluar. Sudah saatnya pemerintah pusat dan daerah menjadikan akses transportasi Natuna sebagai prioritas pembangunan, agar tidak ada lagi kesenjangan mobilitas yang justru menambah beban masyarakat.


---

(Heriyanto).

Posting Komentar