Banjir Rendam Tiga Desa, Warga Sukatani Tuntut Pembongkaran Bangunan Liar di Ss Srengseng Hilir
Table of Contents
Liputankeprinews.com, Bekasi – Ratusan warga Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, menggelar aksi unjuk rasa menuntut pemerintah daerah segera membongkar bangunan liar (Bangli) yang diduga menjadi penyebab banjir di wilayah mereka. Aksi ini berlangsung pada Jumat (29/8/2025) dengan melibatkan warga dari tiga desa terdampak banjir.
Adapun desa yang terendam banjir yakni Desa Sukamulya, Desa Sukadarma, dan Desa Sukamanah. Ketiganya disebut menjadi langganan banjir meski tidak sedang memasuki musim penghujan. Warga menuding kondisi tersebut dipicu oleh keberadaan bangunan liar yang berdiri di sepanjang aliran Ss Srengseng Hilir.
Tuntutan Warga
Dalam aksinya, warga Sukatani meminta pemerintah daerah bersikap tegas dalam memberantas bangunan liar. Mereka menilai, pembiaran bangunan ilegal telah memperparah genangan yang merendam rumah dan fasilitas umum di wilayah tersebut.
Respons Pemerintah Kecamatan
Camat Sukatani saat dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa persoalan bangunan liar menjadi perhatian serius. Ia mengungkapkan, upaya pembongkaran sejatinya sudah masuk dalam program normalisasi aliran Ss Srengseng Hilir, namun selama ini sifatnya masih sukarela.
“Sekarang masyarakat berbondong-bondong meminta agar bangunan liar di Kecamatan Sukatani, khususnya di Desa Sukamulya Kampung Bungur Raya 1, segera dibongkar. Saya sudah berkoordinasi dengan Satpol PP Kabupaten,” ujar Camat Sukatani.
Ia menambahkan, dari hasil mediasi bersama, telah tercapai kesepakatan antara pemerintah desa, pemilik bangunan, dan masyarakat bahwa bangunan liar yang diduga menjadi penyebab banjir akan dibongkar.
Belum Ada Tindakan
Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, bangunan liar tersebut belum juga terlihat ada proses pembongkaran di lapangan. Warga berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti kesepakatan yang sudah dicapai agar persoalan banjir tidak terus berulang.
---
✍️ Reporter: Andri
Editor: Redaksi Liputankeprinews.com
Posting Komentar