Kerja Sama PT MSM, Karimun Targetkan PAD Parkir Tembus Rp1 Miliar
Table of Contents
Karimun, Liputankeprinews.com — Pemerintah Kabupaten Karimun resmi menjalin kerja sama dengan PT MSM Tiga Matra Satria dalam pengelolaan sistem perparkiran wilayah Tanjung Balai Karimun. Kolaborasi ini ditujukan untuk mengurai persoalan klasik di sektor perparkiran serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang ditargetkan tembus hingga Rp1 miliar per tahun.
Penjajakan kerja sama ini disampaikan dalam acara Sosialisasi Penertiban, Penataan, dan Pengelolaan Perparkiran yang berlangsung di Ruang Rapat Cempaka Putih, Kantor Bupati Karimun, pada Kamis (25/7/2025). Dalam kegiatan tersebut turut dibahas pengelolaan 51 titik parkir yang akan menjadi fokus awal implementasi.
Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Dedi Sahori, menegaskan bahwa kerja sama ini muncul sebagai respons atas sistem perparkiran yang selama ini dinilai tidak tertata dengan baik.
"Pengelolaan parkir yang tidak efektif berdampak pada ketertiban lalu lintas, menyita ruang publik, dan rawan kebocoran retribusi. Ini semua berpotensi menurunkan PAD. Oleh karena itu, kami mendorong sistem baru yang transparan dan profesional," tegas Dedi.
Dedi juga menjelaskan bahwa pengelola parkir lama yang masa kerjanya telah habis, akan tetap dirangkul dan dijadikan mitra dalam sistem baru bersama PT MSM.
Investasi Awal Rp2,2 Miliar, Skema Bagi Hasil Jelas
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT MSM Tiga Matra Satria, Yopi, memastikan bahwa pihaknya akan mengedepankan kesejahteraan juru parkir. Mereka akan digaji sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK) Karimun sebagai bentuk profesionalisme dan tanggung jawab sosial perusahaan.
Sementara itu, penandatanganan perjanjian kerja sama telah dilakukan lebih awal, yakni pada Kamis (3/7/2025), antara Bupati Karimun H. Iskandarsyah dan Direktur Operasional PT MSM, Andri Budiman.
PT MSM telah menyiapkan investasi awal sebesar Rp2,2 miliar, dari total rencana investasi Rp5,5 miliar. Dana ini akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur parkir, digitalisasi sistem, serta pemberdayaan juru parkir dan perangkat pengelolaan lainnya.
"Kami optimistis, dengan konsep ‘Nol Rupiah APBD’, kerja sama ini bisa menjadi terobosan. Pemerintah tidak perlu mengeluarkan anggaran, namun tetap mendapat pendapatan dari sektor parkir,” tambah Dedi.
---
Skema Bagi Hasil Bertahap
Kerja sama ini menggunakan skema bagi hasil yang sudah disepakati, yaitu:
Tahun 1–3: 30% untuk PAD
Tahun ke-4: 35% untuk PAD
Tahun ke-5: 40% untuk PAD
Sebagai catatan, pada tahun 2024, PAD dari sektor parkir tercatat hanya sekitar Rp308 juta. Dengan sistem baru ini, PT MSM menargetkan PAD meningkat drastis hingga Rp1 miliar per tahun.
Kepala Cabang PT MSM di Karimun, Rudi Tiodorus, menjelaskan pembagian pendapatan sebagai berikut:
30% untuk PAD (Pemkab Karimun)
30% untuk operasional dan gaji juru parkir
15% untuk koordinator lapangan (CV mitra)
25% untuk pihak perusahaan
---
Mengedepankan Regulasi dan Ketertiban
Dedi Sahori menekankan bahwa kerja sama ini sepenuhnya mengikuti amanat PP No. 35 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Parkir. Untuk menjamin akuntabilitas dan transparansi, pengawasan akan melibatkan unsur TNI, Polri, dan POMAL.
"Kerja sama ini bukan hanya untuk meningkatkan PAD, tapi juga menjamin pelayanan parkir yang tertib, modern, dan transparan bagi masyarakat,” ujar Dedi.
Tak hanya di Tanjung Balai Karimun, penataan sistem parkir ini juga akan diperluas ke wilayah potensial lain seperti Pulau Kundur.
---
Reporter: Samsul
Editor: Redaksi Lkn.com
Liputankeprinews.com akan terus memantau implementasi kerja sama ini untuk memastikan bahwa harapan peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan juru parkir dapat benar-benar terwujud di lapangan.
Posting Komentar