Efisiensi dan Tantangan: Potret Sekolah SD-SMP Satu Atap di Kabupaten Karimun
Table of Contents
Karimun, Liputankeprinews.com – Model pendidikan SD-SMP satu atap kian menjadi perhatian di sejumlah wilayah di Kabupaten Karimun. Sistem ini menggabungkan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dalam satu kompleks, bahkan tak jarang berada di dalam satu gedung bertingkat.
Menurut data dari Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun, hingga Juli 2025 tercatat sebanyak 14 sekolah telah menerapkan sistem satu atap ini. Tujuannya jelas: mempermudah akses pendidikan, terutama di wilayah-wilayah terpencil dan kepulauan yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur pendidikan.
Apa keuntungan dari sistem satu atap ini?
Beberapa keunggulan mencakup efisiensi penggunaan fasilitas, penghematan sumber daya, serta kemudahan transisi siswa dari jenjang SD ke SMP. Selain itu, integrasi kurikulum dapat menciptakan kesinambungan proses pembelajaran yang lebih baik, terutama bila ditangani oleh tim pengajar yang terkoordinasi.
Namun di balik kelebihannya, terdapat sejumlah tantangan yang tidak bisa diabaikan.
Apa saja tantangannya?
Di antaranya adalah keterbatasan jumlah tenaga pendidik di tingkat SMP, potensi gangguan interaksi antara siswa jenjang berbeda, hingga kesulitan dalam mengelola perbedaan kurikulum dan pendekatan belajar yang dibutuhkan oleh masing-masing jenjang.
“Setidaknya ada 14 sekolah satu atap di Karimun. Ini bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memastikan setiap anak, di manapun berada, mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berstandar nasional,” ungkap seorang pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Karimun kepada media ini, beberapa hari lalu.
Mengapa sistem ini diterapkan?
Sistem SD-SMP satu atap dinilai sebagai solusi strategis dalam memperluas jangkauan layanan pendidikan, khususnya di desa-desa dan pulau-pulau yang belum memungkinkan pendirian sekolah terpisah untuk tiap jenjang.
Pemerintah Kabupaten Karimun melalui Dinas Pendidikan menegaskan bahwa mereka akan terus mengevaluasi sistem ini. Perencanaan yang matang, distribusi tenaga pengajar, dan penyesuaian fasilitas akan menjadi fokus agar kualitas pendidikan tetap terjaga dan sesuai standar nasional.
--
Reporter: Aman
Editor: Redaksi Liputankeprinews.com
Posting Komentar