Krisis Gaji di Daerah: Pegawai Bertahan dengan Sambal dan Utang

Daftar Isi
LIPUTANKEPRINEWS.COM - Sudah lebih dari dua bulan, para pejabat kelurahan, desa, kecamatan, kepala dinas, serta sejumlah pejabat lainnya belum menerima gaji dari negara.  

Pemotongan anggaran dari pusat semakin memperburuk keadaan, memaksa pemerintah daerah melakukan berbagai efisiensi, termasuk dalam hal pengupahan. Akibatnya, keterlambatan pencairan gaji dan tunjangan menjadi keluhan utama para pegawai.  

Seorang ASN yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa demi berhemat, ia hanya bisa makan dengan lauk seadanya, seperti sambal belacan. "Kami hanya bisa bertahan dengan apa yang ada," tuturnya kepada media ini pada 4 Maret.  

Sementara itu, seorang kepala desa di Dabo, yang juga meminta identitasnya dirahasiakan, mengaku terpaksa meminjam uang dari keluarga dan sahabat demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Kami tidak punya pilihan lain selain berutang hingga gaji kami cair," ujarnya tegas.  

Situasi semakin sulit karena tagihan listrik tidak memberikan toleransi. Jika pembayaran tertunda lebih dari dua bulan, listrik akan diputus sementara. Untuk menyambung kembali, beban biaya yang dikenakan bisa berlipat ganda, menambah tekanan ekonomi bagi para pegawai yang sudah kesulitan.  

---

(Zul/Aman)

Posting Komentar