Air untuk Minum Wajib Ada Kajian Mendalam; Berikut Penjelasannya
Daftar Isi
LIPUTANKEPRINEWS.COM - Air bekas galian timah tidak layak untuk dikonsumsi sebagai air minum karena mengandung berbagai zat berbahaya yang dapat merusak kesehatan. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian mendalam terhadap kualitas dan keamanan air tersebut. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Lingga, Dr. Bukit Gultom, dalam pernyataannya kepada media ini melalui pesan singkat pada, 4/3/2025.
Menurut Dr. Bukit Gultom, pemeriksaan kualitas air harus dilakukan melalui uji laboratorium untuk mengetahui secara pasti kandungan zat-zat berbahaya di dalamnya. "Hasil laboratorium akan menjadi acuan utama dalam menentukan apakah air tersebut aman digunakan atau tidak," jelasnya.
Kandungan Berbahaya dalam Air Bekas Galian Timah
1. Logam Berat Beracun
Air bekas galian timah sering kali mengandung logam berat seperti timah, arsenik, dan merkuri. Paparan terhadap logam berat ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari keracunan akut hingga gangguan organ dalam. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, air yang terkontaminasi logam berat berisiko memicu penyakit kronis seperti gangguan saraf, kerusakan ginjal, hingga kanker.
2. pH Rendah dan Bersifat Asam
Selain mengandung logam berat, air bekas galian timah umumnya memiliki tingkat keasaman (pH) yang rendah, sehingga bersifat asam. Kondisi ini dapat menyebabkan **iritasi pada kulit dan mata** serta merusak lingkungan perairan di sekitarnya.
3. Kandungan Bahan Kimia Beracun
Air dari bekas tambang juga berpotensi mengandung bahan kimia berbahaya seperti sianida, yang sering digunakan dalam proses pertambangan. Sianida dikenal sebagai zat yang sangat beracun dan dapat menyebabkan keracunan serius hingga kematian jika masuk ke dalam tubuh manusia.
Pentingnya Kajian Sebelum Digunakan untuk Air Bersih
Melihat banyaknya potensi bahaya dari air bekas galian timah, Dr. Bukit Gultom menegaskan bahwa **pemerintah daerah harus melakukan kajian mendalam** sebelum mempertimbangkan pemanfaatannya sebagai sumber air bersih bagi masyarakat. Kajian tersebut harus mencakup **uji laboratorium menyeluruh** sesuai dengan standar kesehatan dan kebersihan yang berlaku.
"Jika pemerintah Lingga ingin memproduksi stok air bersih untuk masyarakat, maka harus dipastikan bahwa air tersebut memenuhi kaidah kesehatan dan kebersihan," tambahnya.
Air bersih merupakan kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk memastikan bahwa air yang digunakan aman dan bebas dari kontaminasi berbahaya.
Aman.
Posting Komentar