Politik Dinasti Haus Akan Kekuasaan; Tindak Lanjut Dugaan Korupsi BP2TD Dipertanyakan.
Table of Contents
LIPUTANKEPRINEWS.COM - Pilkada di Kalimantan Barat telah mengukir sejarah Politik Dinasti, di pemilihan Gubernur Kalimantan Barat dan Bupati Kabupaten Mempawah Pada 27/11/2024, yang lalu.
Hasil Quick Count sementara Pilgub Kalbar dan Pilbup Kabupaten Mempawah suami istri menang di Pilkada serentak 2024 saat ini.
H.Ria Norsan maju sebagai calon gubernur Kalbar, sementara itu istrinya Hj.Erlina maju sebagai calon bupati Kabupaten Mempawah.
"Ria Norsan saat ini diprediksikan lolos jadi Gubernur Kalbar berpasangan calon wakil gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan dari hasil quick count sementara Pilgub Kalbar 2024," ungkap warga Kabupaten Mempawah, Mahadir Musantara saat di wawancarai Awak Media,Pada Sabtu 30/11/2024.
Sedangkan,istri dari Ria Norsan yaitu Erlina juga diprediksikan lolos jadi bupati Kabupaten Mempawah, saat ini Erlina berpasangan dengan calon wakil bupati Mempawah, H.Juli Suryadi.
"Kita ketahui bersama dan sempat viral beberapa tahun lalu Ria Norsan diduga terlibat dugaan kasus korupsi BP2TD Mempawah dan beberapa minggu lalu sebelum pencoblosan ada mahasiswa mempertanyakan kepada Polda Kalbar terkait perkembangan kasus BP2TD Mempawah sempat bungkam," pungkasnya.
Sementara itu,ramai di media soisal yang memprediksikan Norsan akan berakhir di penjara dikarenakan korupsi Kasus BP2TD Mempawah yang masih berproses.
"Merujuk keterangan resmi dari Kepolisian Daerah ( Polda ) Kalimantan Barat melalui Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Pol Raden Petit Wijaya, bahwa tidak benar ada anggapan bahwa kasus ini di hentikan, kita hanya menghormati atau melaksanakan perintah sesuai dengan ST/1160/V/RES.1.24.2023,"Ucapnya.
Lebih lanjut Mahadir membeberkan, "Menurut pandangan saya sebagai warga Kalbar, pernyataan Polda Kalimantan Barat hanya sebatas pernyataan saja.Justru ada dugaan Polda Kalbar tidak ada nyali untuk memprosesnya ,dan takutnya pihak Polda Kalbar di intervensi oleh makelar Kasus.kita menunggu pembuktian ini adalah keniscayaan kebanyakan warga Kalbar," Bebernya.
Mahadir Nusantara juga meminta kepada Polda Kalbar untuk menyikapi kasus korupsi BP2TD Mempawah yang di duga melibatkan Gubernur Kalbar terpilih dengan profesional dan jangan sampai ada tekanan.
"Ria Norsan sebelumnya pernah menjabat Bupati Mempawah selama 2 periode dan kini dilanjutkan melalui tangan istrinya raja lokal telah miliki modal selama 3 Periode hingga mampu meneror memobilisasi menarik upeti dari Kepala Desa dan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk pemenangannya,"Katanya
Menurut pengakuan warga diberbagai Desa di Kabupaten Mempawah, bahwasanya telah pun menerima uang dalam jumlah yang bervariasi, mulai dari Rp 25.000, Rp.50.000, Rp.100.000 hingga Rp.250.000, dari Kepala Desa melalui Ketua-ketua RT di Desa setempat yang Kadesnya telah termakan teror politik.
Ada juga beberapa ASN yang tertangkap tangan ikut membagikan Kartu Nama dan korek api bergambar Raja lokal, di masa tenang kampanye, sehingga perilaku inilah yang dapat disebut memiliki kekuasaan dan dominasi menggunakan langkah-langkah yang melanggar hukum untuk memenangkan pertarungan di Pilkada ini.
Hampir seluruh wilayah di Kabupaten Mempawah diwarnai dengan pelanggaran Pilkada yang vulgar, mulai dari mobilisasi Kepala Desa dan ASN hingga mengakali peraturan, hal ini sudah lumrah terjadi di Indonesia, warga Mempawah memberi julukan kepada, Norsan sebagai "Raja Lokal Dari Mempawah Kokoh Tidak Terkalahkan," belum lagi anaknya dari Ria Norsan dan Erlina juga menjadi anggota DPRD Provinsi Kalbar.
Masih dengan Keterangan warga Mempawah Mahadir Nusantara,
"Di Kabupaten Mempawah bukan rahasia umum, bahwa Klan Raja jalan Pangeran Nata Kusuma menanamkan budaya politik uang dalam memenangkan seluruh pemilihan, hipokrit atau pura-pura profesional disematkan kepada Bawaslu maupun KPU Kabupaten Mempawah yang kelihatan tidak netral dan mereka hanyalah perpanjangan tangan dinasti," Ujarnya
Sementara itu, dengan menggunakan Lembaga Negara yang disebut Nepotisme dalam definisi operasional dapat dimaknai sebagai kekuasaan terpusat dalam satu klan atau keluarga.
"Kabupaten Mempawah telah sepenuhnya dikuasai oleh klan istana jalan Pangeran Nata Kusuma telah mengendalikan Mempawah selama 15 tahun terakhir. Tidak ada kemajuan Inovasi, yang terjadi malah merebaknya dugaan korupsi," tegasnya lagi.
Dengan sumber daya politik dan material, seperti kekuasaan, premanisme, dan politik uang, rezim lokal ini memiliki otoritas penuh mengendalikan politik dengan bermacam cara, mulai dari teror isu lawan sebagai pasangan boneka hingga politik uang.
Dari rangkaian ini, kita dapat melihat Pilgub Kalbar dan Pilkada Kabupaten Mempawah 2024 adalah upaya mengokohan Kekuasaan Klan Norsan gurita istana jalan Pangeran Nata Kusuma sebagai dinasti politik tingkat Lokal, dengan melabrak aturan main Pemilu yang demokratis.
"Kita akui kemenangan Klan ini, tugas kita saat ini yaitu tegak lurus digaris rakyat mengawal kebijakan kebijakan Klan Norsan-Erlina yang kita harapkan berpihak kepada kesejahteraan Rakyat,"tutupnya.
Sumber: DPP AKPERSI.


Posting Komentar